Turis Argentina Jadi Korban Jambret di Kota Sorong, Pelaku Wisata Raja Ampat Murka 

STEVANI GLORIA
Pelaku pariwisata Raja Ampat, Melki Dimara saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. [FOTO : iNewssorongraya.id]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Aksi kriminal jalanan yang menimpa turis asal Argentina di Kota Sorong, Papua Barat Daya, memicu kecaman keras dari pelaku pariwisata Raja Ampat. Insiden penjambretan yang berujung pada patahnya tulang selangka korban dinilai sebagai pukulan telak bagi citra pariwisata daerah yang tengah berkembang pesat di kancah internasional.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (25/3/2026) saat korban berinisial MCR bersama suaminya dan dua rekannya tengah transit di Kota Sorong sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke Raja Ampat. Namun, rencana liburan itu berubah menjadi tragedi setelah mereka menjadi sasaran aksi kriminal di jalan umum. 

Pelaku pariwisata Raja Ampat, Melki Dimara, secara tegas mengecam tindakan brutal tersebut. Ia menilai kejadian ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga merusak kepercayaan wisatawan terhadap keamanan Papua Barat Daya.
“Peristiwa ini sangat mencoreng dunia pariwisata kita. Wisatawan datang untuk menikmati keindahan Raja Ampat, tetapi justru menjadi korban kekerasan di pintu masuk utama,” tegas Melki, Kamis [26/3/2026]. 

Menurutnya, Sorong sebagai gerbang utama menuju destinasi unggulan dunia seperti Raja Ampat seharusnya menjadi wilayah yang aman dan nyaman bagi wisatawan, bukan sebaliknya. Ia menekankan pentingnya seluruh pemerintah daerah di Papua Barat Daya untuk kembali menghidupkan dan menerapkan nilai-nilai Sapta Pesona sebagai fondasi pembangunan pariwisata. 

Melki merinci, konsep Sapta Pesona harus diwujudkan secara nyata, mulai dari aspek keamanan (aman) agar wisatawan merasa terlindungi, ketertiban (tertib) dalam pelayanan dan fasilitas, hingga kebersihan (bersih) lingkungan wisata. Selain itu, suasana sejuk, tampilan indah, sikap ramah tamah masyarakat, serta pengalaman berkesan (kenangan) juga harus menjadi prioritas utama. 

Ia menegaskan bahwa ketujuh unsur tersebut bukan sekadar slogan, melainkan standar mutlak yang harus dijaga bersama demi menjaga reputasi daerah di mata dunia. 

Lebih lanjut, Melki mendesak aparat Kepolisian untuk segera bertindak cepat dan tegas dalam mengungkap serta menangkap pelaku. Ia menilai tindakan hukum yang kuat menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik, khususnya wisatawan mancanegara.
“Kami berharap pihak Kepolisian segera mengambil langkah tegas terhadap pelaku. Ini tindakan biadab yang tidak hanya melukai wisatawan, tetapi juga mencoreng nama baik Papua Barat Daya di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya. 

Kasus ini kembali menjadi peringatan serius bahwa keamanan wisatawan merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata. Tanpa jaminan rasa aman, potensi besar daerah seperti Raja Ampat terancam kehilangan kepercayaan global yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network