SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Aksi kejahatan jalanan di Kota Sorong kembali menjadi sorotan tajam setelah seorang wisatawan asing asal Argentina menjadi korban percobaan perampokan (jambret) yang berujung cedera serius. Insiden ini menegaskan ancaman nyata terhadap keamanan wisatawan yang transit menuju destinasi unggulan seperti Raja Ampat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (25/3/2026) sekitar pukul 19.50 WIT di Jalan Sam Ratulangi, beberapa blok sebelum area pasar tradisional. Korban berinisial MCR (31), seorang perempuan warga negara Argentina, mengalami patah tulang bahu kanan setelah terjatuh saat mempertahankan barang miliknya dari upaya perampasan.
Berdasarkan keterangan suami korban, MM, insiden bermula saat mereka bersama dua rekannya berjalan kaki usai menukar uang di Toko Jaya Gallileo Money Changer, dekat Hotel Rylich Panorama.
“Saya dan istri saya pergi menukar uang di Toko Jaya Gallileo Money Changer, dekat sebuah hotel besar. Dalam perjalanan pulang, karena tidak ada trotoar, kami berjalan di sisi kiri jalan, dan dua orang menggunakan sepeda motor yang mencoba merampok kami datang dari belakang,” ujar MM kepada Jurnalis iNewssorongraya.id.
Ia menjelaskan, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor berusaha merebut kamera milik istrinya yang digantung di leher. Namun upaya tersebut gagal karena kamera terikat kuat.
“Dua orang yang mengendarai sepeda motor mencoba mencuri kamera istri saya, menyebabkan dia jatuh dan patah tulang selangka (bahu kanan). Karena kamera istri saya digantung melingkar pada leher jadi mereka tidak berhasil rampok kamera istri saya,” katanya.
Akibat aksi tersebut, korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami cedera serius pada bagian bahu kanan. Meski tidak ada barang yang berhasil dibawa kabur, insiden itu menyebabkan luka fisik yang signifikan.
Korban kemudian dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya patah tulang selangka kanan, yakni tulang yang menghubungkan dada (sternum) dengan bahu (skapula). Sementara kondisi medis lainnya dilaporkan dalam keadaan normal.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan didampingi oleh suaminya di rumah sakit.
Hingga berita ini diterbitkan, korban bersama rombongannya belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian karena masih fokus pada pemulihan kondisi korban.
Sementara itu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi kepada Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga U Tan, belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan.
Peristiwa ini memperkuat kekhawatiran terhadap meningkatnya aksi kriminalitas jalanan di Kota Sorong, terutama yang mulai menyasar wisatawan asing. Kondisi ini dinilai dapat berdampak serius terhadap citra keamanan daerah sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan wisata kelas dunia, Raja Ampat.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
