Diburu Usai Tewaskan 2 Marinir, Wakil Komandan KKB Sorong Raya Tewas Ditembak Mati TNI di Maybrat

CHANRY SURIPATTY
Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya Kodap IV Sorong Raya Alfons Sorry, ditembak mati oleh pasukan TNI dalam kontak tembak di wilayah Kabupaten Maybrat.

 

MAYBRAT, iNewssorongraya.id – Operasi pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Barat Daya berujung pada tewasnya satu tokoh penting KKB. Alfons Sorri, yang disebut sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Buaya Kodap IV Sorong Raya, ditembak mati oleh pasukan TNI dalam kontak tembak di wilayah Kabupaten Maybrat. 

Peristiwa itu menjadi babak lanjutan dari eskalasi kekerasan bersenjata yang sebelumnya menewaskan dua prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di lokasi yang sama. 

Kapendam XVIII/Kasuari Letkol Inf J. Daniel P. Manalu membenarkan informasi tewasnya Alfons Sorri. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut juga selaras dengan klaim yang beredar dari internal kelompok tersebut.
"Kalau sesuai informasi dari yang mereka (KKB) nyatakan memang betul. Informasi yang kita dapatkan di bawah memang begitu," kata Daniel, Kamis (26/3/2026). 

Alfons Sorri dilaporkan tewas dalam operasi penyisiran TNI pada Minggu (22/3/2026) di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat. Kontak tembak terjadi saat aparat melakukan pengejaran terhadap kelompok yang sebelumnya menyerang prajurit TNI AL

TNI juga meluruskan isu yang berkembang di masyarakat terkait penahanan jenazah. Daniel menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.
"Jadi kalau ada yang mengatakan jazad masih ditahan oleh TNI itu tidak benar. Untuk apa mau ditahan," tegasnya. 

Sebelumnya, serangan bersenjata oleh KKB terjadi di Kampung Sori pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.30 WIT. Insiden tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI AL menjadi korban.
Dua di antaranya dinyatakan gugur, yakni Pratu Marinir Anumerta Andi Suvio dan Pratu Marinir Anumerta Elki Saputra. Sementara satu prajurit lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut di Kota Sorong. 
"Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut Kota Sorong," kata Karel kepada wartawan, Minggu (22/3).

Jenazah kedua prajurit yang gugur telah dipulangkan kepada keluarga masing-masing setelah melalui rangkaian upacara militer sebagai bentuk penghormatan negara. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan bahwa institusi TNI AL memastikan seluruh hak prajurit yang gugur terpenuhi.
"Saat ini fokus utama kami adalah memberikan penghormatan terakhir yang layak kepada para patriot negara, serta memastikan seluruh hak-hak almarhum dan keluarga yang ditinggalkan terpenuhi dengan baik," kata Tunggul dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026). 

Insiden ini menegaskan bahwa konflik bersenjata di wilayah Papua Barat Daya masih menjadi ancaman serius bagi aparat maupun masyarakat sipil. Aparat keamanan kini terus meningkatkan operasi penegakan hukum sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maybrat dan sekitarnya.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network