SORONG, iNewssorongraya.id – Pemerintah Kabupaten Maybrat bergerak cepat merespons insiden penyerangan terhadap prajurit TNI oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Sori, Distrik Aifat, Minggu (22/3/2026), yang menyebabkan dua prajurit Marinir gugur dan satu lainnya luka berat.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menegaskan bahwa langkah koordinasi lintas instansi langsung dilakukan begitu informasi kejadian diterima, termasuk dengan pemerintah provinsi dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Setelah mendapat informasi, saya langsung menghubungi Bapak Gubernur, Danrem, Kabinda, serta pihak terkait untuk melaporkan kejadian dan membahas langkah penanganan,” ujar Karel.
Selain koordinasi keamanan, perhatian utama pemerintah daerah diarahkan pada penanganan korban. Satu prajurit yang mengalami luka serius kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Kota Sorong.
Sementara itu, jenazah dua prajurit yang gugur telah disemayamkan dan akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
“Kami bersama pemerintah provinsi memberikan bantuan untuk proses pemulangan jenazah sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum,” kata Karel.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga memastikan dukungan moral bagi keluarga korban melalui doa dan empati masyarakat.
Pemkab Maybrat bersama aparat TNI-Polri juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Rapat lanjutan dengan Forkopimda Kabupaten Maybrat dijadwalkan guna merumuskan strategi penanganan situasi di lapangan.
“Kami akan melanjutkan rapat dengan Forkopimda di tingkat kabupaten untuk melihat kondisi masyarakat serta menentukan langkah berikutnya,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah meningkatnya eskalasi gangguan keamanan.
Di tengah situasi yang terjadi, Karel menegaskan bahwa pendekatan pembangunan dan komunikasi sosial tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Selama ini, berbagai program telah dijalankan untuk memperkuat konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah konflik.
Upaya tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, seperti jembatan dan jalan, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.
“Kami tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan dan pendekatan kepada masyarakat agar situasi bisa kembali stabil,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan kepada aparat keamanan yang bertugas dalam menjaga wilayah serta melakukan penindakan terhadap pelaku penyerangan.
“Kami berharap semua pihak mendukung aparat dalam menjalankan tugasnya, sehingga keamanan di Maybrat dapat segera pulih,” kata Karel.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengedepankan komunikasi dengan berbagai pihak guna menjaga keseimbangan antara pendekatan keamanan dan sosial di wilayah tersebut.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
