Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DPO Jaringan Senjata di Jayapura Ditangkap, Polisi Bongkar Peran YYS
Advertisement . Scroll to see content

Bongkar Taktik KKB OPM, Polisi Pastikan Dua Video Eksekusi di Papua Hanya Propaganda Basi

Minggu, 01 November 2026 | 11:38 WIB
  • author LORAINE AMANDA
Bongkar Taktik KKB OPM, Polisi Pastikan Dua Video Eksekusi di Papua Hanya Propaganda Basi
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengungkap fakta dua video hoaks eksekusi warga sipil oleh KKB di Papua Pegunungan demi meredam keresahan publik.

 

PAPUA, iNewssorongraya.id  - Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 membongkar taktik manipulasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aparat memastikan dua video aksi kekerasan dan eksekusi terhadap warga sipil yang baru-baru ini disebarkan oleh kelompok separatis tersebut murni hoaks serta propaganda usang.

Sebelumnya, publik dikejutkan oleh peredaran rekaman berdurasi 1 menit 15 detik yang menampilkan penganiayaan tiga wanita di Dekai, Kabupaten Yahukimo. Sayap militer TPNPB-OPM mengklaim peristiwa tersebut merupakan hukuman mati bagi terduga intelijen militer pada Jumat (30/10/2026), sekaligus ajang balas dendam atas kematian anggota mereka.

Selain itu, muncul pula klip kedua berdurasi 31 detik yang diklaim oleh Kodap III Ndugama Derakma. Narasi visual itu menyebutkan pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga pada akhir Maret karena dituduh membawa pasokan logistik TNI. Rentetan konten ini sengaja dibumbui ancaman pengosongan wilayah bagi aparatur sipil negara (ASN), tenaga medis, dan masyarakat pendatang.

Menanggapi teror digital tersebut, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengambil langkah tegas. Ia menyatakan kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam guna memverifikasi keaslian jejak digital seluruh konten yang beredar.

"Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB," tegas Yusuf yang dikonfirmasi iNewssorongraya.id, Sabtu (31/10/2026).

Perwira menengah Polri itu merinci hasil identifikasi tim siber di lapangan. Rekaman penyiksaan tiga wanita di Yahukimo terbukti sudah pernah diunggah ke media sosial Facebook pada Maret 2025. Fakta ini membantah keras klaim KKB yang menyebut insiden terjadi pada akhir Oktober 2026.

Terkait insiden pembunuhan pengemudi, Yusuf menambahkan, peristiwa aslinya terjadi pada 20 April 2026. Korban bernama Robert Terry alias Sula, bukan fiktif bernama Regeny Jems Patty seperti narasi menyesatkan komplotan bersenjata tersebut.

"Ini adalah bentuk provokasi influencer mereka Sebby Sambomagar masyarakat takut. Tindakan ini murni mencari perhatian dan propaganda murahan," ungkapnya.

Modus penyebaran kabar bohong ini disinyalir sebagai upaya sistematis untuk menciptakan instabilitas dan ketakutan di tengah masyarakat Papua Pegunungan. Aparat keamanan mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh siasat kotor yang terus dimainkan demi mencari panggung eksistensi kelompok separatis.

 

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut