Dirut Baru Jamkrida Papua Diuji: Target Aset Rp100 Miliar pada 2028
JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Pelantikan Hironimus Hilapok sebagai Direktur Utama PT Jamkrida Papua (Perseroda) membuka ujian baru bagi badan usaha milik daerah itu. Manajemen baru dituntut tidak berhenti pada seremoni, melainkan membenahi kinerja internal dan membuktikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Papua.
Gubernur Papua Matius Fakhiri melantik jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Jamkrida Papua di Gedung Negara, Jayapura, Senin (7/9/2026). Pelantikan tersebut berlangsung setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar pada hari yang sama.
RUPS Luar Biasa menetapkan Jongki Latupeirissa sebagai Komisaris Utama Jamkrida Papua periode 2026–2031. Dalam periode yang sama, Hironimus Hilapok dipercaya memimpin perusahaan sebagai Direktur Utama.
Pemegang saham juga menetapkan Nazaruddin sebagai Direktur Operasional dan Fransisko sebagai Direktur Keuangan. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Fransisko menjabat Komisaris Jamkrida Papua.
Hironimus mengatakan kepemimpinan baru memikul tanggung jawab besar untuk memperkuat peran Jamkrida Papua di sektor ekonomi daerah. Ia menilai arahan Gubernur Papua menjadi penegasan bahwa BUMD harus memberikan hasil yang terukur bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Yang pertama, kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan mengabdi di Jamkrida ini untuk membantu Papua, khususnya di bidang ekonomi,” ujar Hironimus kepada wartawan.
Ia mengakui Gubernur Papua menyoroti belum optimalnya kontribusi BUMD terhadap daerah. Menurut dia, kritik tersebut harus dijawab melalui kerja yang solid, bukan sekadar janji setelah pelantikan.
“Yang berikut, memang tantangan yang Pak Gubernur sampaikan tadi saya pikir wajar, karena mungkin beliau melihat selama ini BUMD belum memberikan kontribusi yang cukup kepada daerah,” ungkapnya.
Hironimus menegaskan tim direksi baru siap menjalankan mandat tersebut. Pembenahan akan menyasar persoalan internal perusahaan sekaligus tantangan eksternal yang memengaruhi kinerja Jamkrida Papua.
“Jadi, prinsipnya, dengan tim yang baru ini kami siap melaksanakan apa yang disampaikan tadi. Ada beberapa hal terkait internal dan eksternal. Saya pikir tim yang ada cukup solid untuk menjawab tantangan Pak Gubernur tadi,” tegasnya.
Dalam 100 hari pertama, manajemen baru akan memprioritaskan penataan internal serta penyelesaian sejumlah persoalan badan usaha jasa konstruksi. Langkah ini dipandang penting agar perusahaan memiliki fondasi yang cukup kuat sebelum memperluas pertumbuhan bisnis.
“Memang kita benahi internal dulu dan ada beberapa BUJK yang harus kita selesaikan sampai akhir tahun ini,” katanya.
Selain pembenahan organisasi, Jamkrida Papua memasang target peningkatan aset hingga melampaui Rp100 miliar pada 2028. Namun, Hironimus menekankan bahwa ukuran keberhasilan perusahaan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya aset atau laba.
“Jadi, kita fokus pada internal untuk pertumbuhan dan aset. Targetnya, pada 2028 aset harus lebih dari Rp100 miliar. Namun, kami juga tidak melupakan proses bisnis dan kontribusi terhadap daerah, bukan hanya dalam jumlah uang, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.
Target tersebut kini menjadi ukuran awal bagi kepemimpinan baru Jamkrida Papua. Publik menunggu apakah pembenahan internal, perbaikan bisnis, dan target aset itu benar-benar bermuara pada manfaat ekonomi yang terasa bagi Papua.
Editor: Hanny Wijaya