Korban Kebakaran Pasar Paniai Mayoritas Perantau Asal Makassar-Toraja
PANIAI, iNewssorongraya.id — Kebakaran hebat di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, tidak hanya menelan 11 korban jiwa, tetapi juga memukul kehidupan puluhan perantau asal Makassar, Bugis, dan Toraja. Sebanyak 49 rumah dan kios dilaporkan terdampak, dengan nilai kerugian sementara ditaksir mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.
Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun mengatakan sebagian besar bangunan yang terbakar merupakan bangunan semipermanen yang ditempati warga perantauan.
"Rata-rata korbannya itu orang Makassar, orang Bugis, orang Toraja yang merantau. Sementara korban luka-luka dan mengalami depresi masih dilakukan pendataan oleh polisi," kata Roycke, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, angka kerugian tersebut masih bersifat sementara. Polisi belum memperoleh laporan lengkap mengenai seluruh harta benda yang ikut terbakar karena sebagian korban belum melaporkan secara rinci aset maupun barang berharga yang berada di dalam rumah dan kios.
"Itu masih kita data kasarnya, tetapi kami belum bisa pastikan terkait dengan harta benda berharga masyarakat yang tidak dilaporkan ke kepolisian, seperti simpanan emas. Untuk pembaruan jumlah korban luka-luka juga belum karena pihak rumah sakit masih menangani korban," ujarnya.
Pendataan menjadi penting karena kerugian yang dialami warga tidak hanya menyangkut bangunan, tetapi juga barang dagangan, peralatan usaha, dokumen, serta harta pribadi yang belum seluruhnya teridentifikasi.
Tragedi tersebut sebelumnya dilaporkan menewaskan 11 orang. Enam di antaranya merupakan anak-anak. Selain korban meninggal, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dan gangguan psikologis akibat kebakaran.
Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung sebelumnya menyebut sedikitnya 40 unit rumah dan kios terbakar dalam peristiwa tersebut.
"Sedikitnya 40 unit rumah, kios dilaporkan terbakar dan 11 orang ditemukan meninggal dunia," ujar Henry kepada detikcom, Senin (7/9/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.25 WIT ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan yang berdempetan sehingga memperluas area terdampak.
Perbedaan angka sementara antara laporan awal dan pendataan terbaru menunjukkan proses verifikasi di lapangan masih berlangsung. Polisi masih menghimpun data korban, kerusakan bangunan, harta benda, serta kondisi warga yang terdampak.
Di tengah duka akibat 11 korban jiwa, termasuk enam anak-anak, besarnya kerugian material memperlihatkan bahwa kebakaran Pasar Paniai juga meninggalkan persoalan pemulihan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupannya.
Editor: Hanny Wijaya