get app
inews
Aa Text
Read Next : Puslabfor Temukan 21 Serpihan Logam di Radius 50 Meter Ledakan Biak

Jejak Perang Dunia II di Tambrauw Dibidik Jadi Wisata Sejarah Jepang

Jum'at, 05 Juni 2026 | 07:45 WIB
header img
Kepala Dinas Pariwisata Pemprov PBD, Yusdi Lamatenggo. (FOTO : iNewssorongraya.id - CHAN)

“Kita juga tahu semua di Werur ada banyak peninggalan-peninggalan senjata, kendaraan-kendaraan perang itu kan juga luar biasa,” katanya.

Ia menegaskan pengembangan wisata sejarah tidak hanya berkaitan dengan peninggalan Jepang. Papua Barat Daya juga memiliki jejak peninggalan Sekutu, termasuk Amerika Serikat, meski sejauh ini belum ada koordinasi khusus dengan pemerintah Amerika.

“Ini baru bicara Jepang, kita baru bicara misalnya tentang tentara Amerika. Wah peninggalan juga banyak, Amerika punya juga banyak. Jadi ini semua ke depan akan kita bungkus menjadi destinasi wisata sejarah,” ujar Yusdi.

Yusdi menyebut Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terbuka untuk mendorong wisata sejarah sebagai salah satu daya tarik baru. Konsep ini diharapkan mampu memperluas pilihan wisatawan yang datang ke Papua Barat Daya.

“Jadi ada banyak pilihan kesini, salah satunya tadi kita mengangkat wisata sejarah. Karena pemerintah provinsi Papua Barat Daya, dalam hal ini Pak Gubernur, sangat welcome, terbuka untuk kita dorong supaya orang kesini tidak hanya melihat alam, tidak hanya melihat budaya, tapi juga ada wisata sejarah,” katanya.

Menurut Yusdi, wisata sejarah juga dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Kunjungan wisatawan, terutama dari Jepang, dapat membuka ruang baru bagi pelaku usaha, pemandu wisata, komunitas sejarah, dan masyarakat di sekitar lokasi peninggalan perang.

“Wisata sejarah yang bisa kita dorong menjadi salah satu destinasi wisata dan nanti bisa menjadi penggerak ekonomi di rakyat,” ujarnya.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut