Jejak Perang Dunia II di Tambrauw Dibidik Jadi Wisata Sejarah Jepang
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menerima rencana kegiatan Tim Gabungan Indonesia–Jepang terkait proyek pengumpulan dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama resmi kedua negara yang bersifat kemanusiaan.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyatakan dukungan penuh terhadap proyek itu karena dinilai memiliki nilai kemanusiaan tinggi.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi keluarga prajurit,” ujar Elisa Kambu.
Proyek ini tidak hanya menjadi upaya mengungkap jejak korban perang, tetapi juga membuka peluang Papua Barat Daya membangun destinasi wisata sejarah yang berakar pada memori, kemanusiaan, dan hubungan emosional lintas negara.
Editor : Hanny Wijaya