Kebakaran Hebat Landa Kawasan Padat Penduduk di Kota Sorong, Belasan Rumah Warga Ludes Terbakar
SORONG KOTA, iNewssoronraya.id – Kebakaran hebat menghanguskan sedikitnya 11 hingga 13 rumah di kawasan permukiman padat Jalan Misool, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.
Api menyebar cepat karena rumah-rumah berdiri berhimpitan dan sebagian besar terbuat dari material yang mudah terbakar. Hembusan angin kencang juga mempercepat kobaran api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Warga yang sedang beraktivitas maupun beristirahat berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Sebagian korban hanya sempat membawa dokumen penting, sementara perabotan, pakaian, dan barang berharga lainnya tertinggal di dalam rumah.
Ivon Ihalauw, salah seorang korban, mengaku sedang tertidur ketika api mulai mendekati tempat tinggalnya. Ia baru mengetahui kebakaran setelah dibangunkan oleh keluarganya.
“Kasihan, kami keluar tidak bisa bawa apa-apa, saya sedang tidur, tapi anak saya punya anak berteriak bangunkan saya katanya ada kebakaran. Saya kaget jadi tidak tahu mau angkat apa lagi, saya berusaha selamatkan diri saja dengan anak saya,” ungkap Ivon Ihalauw sambil menangis histeris.

Menurut Ivon, kobaran api telah memasuki rumah sehingga ia tidak lagi mempunyai kesempatan untuk menyelamatkan barang-barang miliknya.
“Saya tidak angkat apa-apa lagi, karena api sudah lari (menjalar) ke dalam rumah, jadi saya sudah tidak pikir untuk angkat apa-apa lagi,” ujarnya.

Korban lainnya, Silvia, memperkirakan jumlah bangunan yang terbakar mencapai belasan unit. Ia bersama keluarganya hanya berhasil menyelamatkan sejumlah surat berharga.
“Kalau keseluruhan rumah yang terbakar ini, berdempetan memang, sekitar 11 sampai 13 belas rumah,” katanya.
“Tadi hanya surat-surat (dokumen penting) saja yang kami selamatkan, yang lain barang-barang tidak ada yang kami selamatkan,” lanjut Silvia.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol H. Andi Muhammad Nurul Yaqin mengatakan, kepolisian menerima laporan melalui layanan Call Center 110. Personel Polresta Sorong Kota dan Polsek Sorong Barat kemudian dikerahkan menuju lokasi.
Petugas dari Satuan Samapta, Satbrimob Polda Papua Barat Daya, TNI, Pemadam Kebakaran, serta masyarakat terlibat dalam proses pemadaman dan evakuasi korban.
“Terkait kebakaran tersebut, pertama-tama tadi kami dapatkan informasi dari layanan call center 110 Polresta. Personel langsung dikerahkan ke lokasi kejadian dari Polresta dan Polsek Sorong Barat, juga rekan-rekan dari Sat Samapta dan Sat Brimob Polda Papua Barat Daya,” ungkap Andi.

Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki air dikerahkan untuk menjinakkan api. Masyarakat juga membantu petugas dengan melakukan pemadaman manual menggunakan peralatan seadanya.
“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Pemadam Kebakaran, dan langsung bergerak ke TKP. Dimana di TKP tadi masyarakat juga sudah melakukan pemadaman secara manual. Jadi ada sekitar 4 mobil pemadam kebakaran dan lima mobil tangki air yang juga dikerahkan untuk membantu pemadaman api,” katanya.

Polisi menyatakan belum menemukan korban luka maupun korban meninggal dunia berdasarkan pemeriksaan sementara. Petugas masih mendata jumlah bangunan terdampak dan menghitung kerugian material yang ditimbulkan.
“Sejauh ini, hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya korban luka maupun korban jiwa. Kami mohon doa agar seluruh korban selamat dan proses penyelidikan berjalan lancar untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Andi.

Sejumlah keluarga terdampak untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat. Mereka berharap Pemerintah Kota Sorong segera menyediakan tempat penampungan sementara, makanan, air minum, pakaian layak pakai, serta kebutuhan dasar lainnya.
Kebakaran tersebut kembali menyoroti tingginya risiko bencana di kawasan permukiman padat Kota Sorong. Penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan para korban menjadi langkah mendesak sembari menunggu hasil pendataan serta penyelidikan resmi kepolisian.
Editor: Hanny Wijaya