Brigjen Audie Latuheru dan Istri Resmi Tinggalkan Polda Papua Barat Daya
AIMAS, iNewssorongraya.id — Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolda Papua Barat Daya setelah hanya sekitar dua bulan memimpin. Pergantian tersebut ditandai dengan Apel Kehormatan dan Serah Terima Pataka Polda Papua Barat Daya di Mapolda Papua Barat Daya, Aimas, Kabupaten Sorong, Rabu (9/9/2026).
Momentum tersebut sekaligus menandai peralihan tongkat komando kepada Kapolda Papua Barat Daya yang baru, Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi.
Sebelum meninggalkan markas kepolisian daerah, Audie bersama istrinya mengikuti rangkaian tradisi pelepasan yang digelar jajaran Polda Papua Barat Daya. Prosesi penghormatan itu dilakukan melalui upacara pedang pora sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian selama memimpin institusi tersebut.
Setelah prosesi selesai, Audie dan istrinya meninggalkan Mapolda menggunakan mobil kap terbuka milik Satbrimob Polda Papua Barat Daya. Kendaraan tersebut ditarik keluar dari markas, sementara Hengki Haryadi bersama para pejabat utama, Kapolres/Kapolresta jajaran, serta personel Polda Papua Barat Daya, turut mengantar kepergian mantan Kapolda tersebut.
Di balik suasana penghormatan tersebut, pergantian pucuk pimpinan Polda Papua Barat Daya menyimpan dinamika karier yang cukup menonjol. Audie meninggalkan jabatan Kapolda dalam waktu relatif singkat, tetapi langsung mendapat penugasan pada posisi yang lebih tinggi dalam struktur pengembangan kepemimpinan Polri.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menempatkan Audie sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang juga mencakup rotasi terhadap puluhan perwira tinggi Polri.
Penempatan itu menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Audie karena jabatan tersebut berada pada jenjang yang membuka jalan bagi peningkatan pangkat menjadi Irjen Polisi atau jenderal bintang dua.
Dengan demikian, perpindahan Audie bukan sekadar pergantian jabatan. Ia meninggalkan posisi strategis sebagai Kapolda Papua Barat Daya untuk menjalankan tugas di bidang pendidikan dan pengembangan kepemimpinan Polri, sekaligus memasuki fase baru dalam jenjang kariernya.
Audie sebelumnya dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya setelah dilantik Kapolri pada 4 Juli 2026. Ia menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo yang memasuki masa purnatugas.
Namun, belum genap dua bulan menjalankan tugas di provinsi termuda di Tanah Papua tersebut, tongkat komando kembali berpindah tangan.
Kapolri kemudian menunjuk Brigjen Pol. Hengki Haryadi, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau, sebagai Kapolda Papua Barat Daya yang baru.
Perubahan tersebut menjadikan masa kepemimpinan Audie di Papua Barat Daya berlangsung relatif singkat. Meski demikian, penugasan barunya di Sespim Lemdiklat Polri menunjukkan bahwa pergantian tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan jenjang karier di lingkungan Polri.
Kini, kepemimpinan Polda Papua Barat Daya berada di tangan Hengki Haryadi. Pergantian tersebut bukan hanya menandai berakhirnya masa tugas Audie, tetapi juga membuka babak baru konsolidasi kepolisian di wilayah Papua Barat Daya.
Editor: Hanny Wijaya