Api Melalap 6 Rumah di Pulau Doom Sorong, Belasan Mesin Motor Tempel Ikut Terbakar

SORONG, iNewsSorong.id - Kebakaran hebat melanda enam rumah di kawasan padat penduduk di Pulau Doom, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (13/9/2024).
Didukung oleh angin kencang dan material rumah yang mudah terbakar, api dengan cepat menghanguskan bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Dari pantauan di lapangan terlihat kobaran api dengan cepat melahap sejumlah bangunan saat kebakaran terjadi.
Warga di lokasi kejadian, dengan gerak cepat berusaha menyelamatkan barang-barang seadanya.
Minimnya sarana mobil pemadam serta lokasi rumah penduduk yang berada di tepi pantai menjadi faktor sulitnya pemadaman.
Selain itu, angin kencang dan material rumah yang mudah terbakar menyebabkan api cepat menyebar.
Diduga kebakaran ini dipicu oleh korsleting listrik. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya untuk mencegah kebakaran meluas.
Saksi mata, Wilhelmus Fonataba, menyebut api tiba-tiba membakar rumah dan sejumlah motor tempel.
" Ya api menyala secara tiba-tiba. Selain rumah, ada sekitar 12 unit mesin motor tempel ikut terbakar," ungkap Wilhelmus Fonataba di lokasi kejadian.
Kebakaran hebat melanda enam rumah di Pulau Doom, Kota Sorong, Papua Barat Daya pada Sabtu, 13 September 2024. Api dengan cepat menghanguskan bangunan akibat angin kencang dan material rumah yang mudah terbakar.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tantangan pemadaman muncul dari kurangnya sarana mobil pemadam dan lokasi rumah di tepi pantai.
Diduga, kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Warga setempat berusaha menyelamatkan barang-barang dan memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Saksi mata, Wilhelmus Fonataba, menyebutkan bahwa api tidak hanya membakar rumah, tetapi juga sekitar 12 unit mesin motor tempel.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut, sementara belasan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal.
Dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Editor : Chanry Suripatty