get app
inews
Aa Text
Read Next : Satgas ODC Bongkar Jaringan Pemasok Amunisi KKB di Puncak Jaya, Dua Anggota KKB Ditangkap

Teror di Bandara Korowai: 13 Tembakan Terjang Pesawat, Satgas Damai Cartenz Buru Pelaku

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:04 WIB
header img
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNewssorongraya.id — Keheningan di Bandara Korowai Batu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika rentetan tembakan menghantam badan pesawat perintis yang baru mendarat. Sebanyak 13 lubang proyektil ditemukan pada badan pesawat, sementara dua awak pesawat tewas ditembak dalam insiden yang mengguncang keamanan wilayah perbatasan Papua Selatan

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memaparkan secara resmi hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dalam konferensi pers di Jayapura, Jumat (13/02/2026).
“Dari hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, kami menyimpulkan terdapat 13 lubang bekas proyektil pada badan pesawat,” ujar Yusuf.

Peristiwa terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, lalu bergerak menuju apron usai menurunkan penumpang dari Tanah Merah. Pada waktu bersamaan, calon penumpang tujuan Dekai, Kabupaten Yahukimo, bersiap naik. 

Sekitar 20 orang pelaku tiba-tiba menyerang menggunakan senjata api dan senjata tajam. Situasi berubah chaos. Penumpang yang telah turun maupun yang hendak berangkat berlarian mencari perlindungan.

Dalam kondisi genting itu, pilot dan kopilot dikejar hingga ditembak di dekat landasan pacu.
“Kesaksian kami peroleh dari para penumpang yang selamat. Mereka berada di sekitar bandara saat kejadian dan melihat langsung peristiwa tersebut,” jelas Yusuf. 

Bandara Korowai Batu selama ini berstatus bandara perintis dan tidak memiliki pengamanan permanen. Pascainsiden penembakan pesawat di Papua Selatan tersebut, Satgas Damai Cartenz langsung menerjunkan 29 personel untuk mengamankan area bandara sekaligus menjaga pesawat yang masih berada di lokasi sambil menunggu teknisi maskapai.

Aparat melakukan penyisiran di sekitar bandara. Hingga kini, kelompok bersenjata belum terdeteksi di radius terdekat.
“Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran. Berdasarkan investigasi awal, pelaku diduga melarikan diri ke arah Yahukimo karena posisi bandara berbatasan langsung dengan wilayah tersebut,” tegas Yusuf. 

Langkah pengamanan difokuskan pada pemulihan jalur transportasi udara perintis yang menjadi akses vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat pedalaman.

Di Dekai, Kabupaten Yahukimo, korban penembakan sopir truk tangki air di Poros Jalan Dekai–Lokbon telah dievakuasi ke Jayapura dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.
“Korban saat ini masih dalam observasi medis untuk tindakan pengangkatan proyektil di bahu kiri. Kami memastikan proses penanganan medis berjalan optimal,” kata Yusuf. 

Ia menambahkan, wilayah Yahukimo berada dalam pengamanan ketat mengingat eskalasi gangguan keamanan dalam beberapa waktu terakhir.
“Personel kami siagakan penuh untuk menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa rasa takut,” ujarnya. 

Di Kabupaten Puncak Jaya, Ahmad Gunawan (41), warga Maros, Sulawesi Selatan, meninggal dunia akibat luka tembak di leher kiri yang tembus hingga rahang kanan. Korban sempat dirawat di RSUD Mulia, namun belum menjalani operasi karena kondisi belum stabil akibat pendarahan dan pembengkakan. Jenazah telah diberangkatkan ke kampung halaman melalui Makassar.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku. Identitas sudah kami kantongi, namun belum dapat kami sampaikan demi kepentingan penyidikan,” jelas Yusuf. 

Ia memastikan kelompok pelaku di Puncak Jaya berbeda dengan kelompok yang beraksi di Korowai maupun Yahukimo.
“Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya,” tambahnya. 

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan bertindak tegas terhadap setiap aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman. Setiap aksi kekerasan terhadap warga sipil maupun fasilitas publik akan kami tindak secara tegas, terukur, dan profesional sesuai hukum yang berlaku,” ujar Faizal. '

Satgas Damai Cartenz juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda guna mengantisipasi isu pergerakan kelompok bersenjata menuju Tanah Merah. 

Rangkaian penegakan hukum dan pengamanan ini diarahkan untuk meredam eskalasi serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Bandara Korowai, Yahukimo, dan Puncak Jaya tetap berjalan dalam kondisi aman dan terkendali.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut