Persipura Turun Full Skuad di Kota Sorong, Mutiara Hitam Jajal Stadion Bewela Jelang Laga Eksibisi
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Kota Sorong tidak sekadar menjadi persinggahan. Kehadiran Persipura Jayapura dengan kekuatan penuh justru menjelma menjadi pernyataan sikap: Mutiara Hitam datang bukan untuk seremoni, melainkan untuk menunjukkan keseriusan dan arah baru jelang fase krusial kompetisi. Stadion Bewela pun menjadi saksi awal pesan tegas itu disampaikan.
Rombongan Persipura mendarat di Bandara Domine Eduard Osok, Sabtu (7/2/2026) siang, dengan memboyong 34 pemain. Penyambutan hangat panitia dan masyarakat melalui prosesi pengalungan bunga langsung membangun suasana emosional, menegaskan relasi historis Persipura dengan Tanah Papua.

Agenda utama Persipura di Kota Sorong adalah laga eksebisi menghadapi PS Sorong Raya FC di Stadion Bewela, Minggu (8/2/2026). Pertandingan ini masuk dalam rangkaian persiapan resmi klub menyongsong putaran ketiga Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026.
Media Officer Persipura Jayapura, Eveert Joumilena, menyebut sambutan tersebut memberi dampak psikologis positif bagi tim.
“Tim mendapat sambutan hangat dari panitia dan masyarakat Kota Sorong, Papua Barat Daya,” ujar Eveert Joumilena kepada iNewssorongraya.id.

Pantauan di lapangan memperlihatkan Persipura membawa komposisi berpengalaman. Nama-nama ikonik seperti Boaz Solossa, Ruben Sanadi, Ian Louis Kabes, hingga pilar utama lain turut memperkuat rombongan. Tanpa menunda waktu, skuad langsung bergerak setelah rehat singkat.
Pada pukul 16.00 WIT, tim yang dikomandoi Asisten Pelatih Regi Aditya menjalani uji coba lapangan di Stadion Bewela. Seluruh pemain terlihat intens menjajal kualitas rumput stadion, mulai dari pemanasan, stretching, hingga game internal dengan tempo tinggi.

Sorotan utama tertuju pada keterlibatan tiga rekrutan anyar yang langsung diturunkan dalam sesi tersebut. Mereka adalah Bima Ragil, eks kapten Deltas FC; Williams Lugo, gelandang kreatif asal Nikaragua; serta Victor Mansaray, mantan penyerang PSM Makassar. Kehadiran mereka memberi warna baru sekaligus opsi strategis bagi tim pelatih.
Laga eksebisi ini terselenggara melalui kolaborasi Persipura Jayapura dan PT Cendrawasih Karsa. Kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada kesiapan tim, tetapi juga sebagai medium mendekatkan klub dengan publik Papua, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
Ia juga memastikan aspek administratif tiga pemain anyar telah rampung.
“Ini eksklusif kami sampaikan, tiga pemain baru kita sudah sah tadi malam dan sudah bisa diberlaga nanti,” tegasnya.
Lebih dari sekadar uji coba, laga bertajuk Persembahan Cendrawasih Karsa ini memuat misi simbolik. Manajemen memilih Sorong sebagai titik strategis untuk memperluas jangkauan emosional Persipura sekaligus mematangkan kesiapan tim menghadapi persaingan Liga 2.
“Ini bagian dari keinginan kami untuk menyapa Papua lebih luas. Sorong adalah salah satu kota pertama yang kami kunjungi,” ujar Chairul.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan visi jangka panjang membangkitkan kembali gairah sepak bola Tanah Papua dan membuka ruang mimpi bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Papua punya mimpi yang jelas, bahwa Persipura adalah salah satu tujuan mereka,” katanya.
Manajemen juga membuka peluang berlanjutnya agenda Tour Papua pada musim mendatang, dengan catatan kesiapan infrastruktur stadion serta dukungan pemerintah daerah.
Dengan demikian, duel Persipura kontra PS Sorong Raya FC diproyeksikan melampaui fungsi hiburan. Pertandingan ini menjadi perayaan identitas dan kebanggaan sepak bola Papua—ruang di mana Mutiara Hitam kembali menegaskan dirinya sebagai simbol pemersatu Tanah Papua.
Editor : Hanny Wijaya