Brigjen Pol Gatot Haribowo Masuk Usia Pensiun, SPI Dorong Putra Asli Papua Pimpin Polda PBD
SORONG, iNewssorongraya.id — Ketua Sahabat Polisi Indonesia (SPI) Papua Barat, Jalil Lambara, mendorong Kapolri untuk mempertimbangkan putra terbaik asli Papua sebagai Kapolda Papua Barat Daya berikutnya. Dorongan itu muncul di tengah menguatnya isu pergantian Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Gatot Haribowo, yang disebut telah memasuki batas usia pensiun anggota Polri.
Jalil mengatakan, penunjukan putra asli Papua sebagai Kapolda Papua Barat Daya bukan hanya menyangkut representasi. Menurut dia, keputusan itu juga dapat menjadi bentuk kepercayaan negara terhadap sumber daya manusia Papua yang telah lama berkarier, mengabdi, dan menunjukkan dedikasi di institusi Polri.
"Kami berharap Kapolri dapat mempertimbangkan putra terbaik Papua untuk mengisi jabatan Kapolda Papua Barat Daya. Ini bukan semata soal representasi, tetapi juga memberikan ruang dan kepercayaan kepada anak-anak Papua yang telah berkarier dan mengabdi dengan baik di institusi Polri," kata Jalil dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Jalil menilai Papua Barat Daya sebagai daerah otonomi baru membutuhkan figur kepolisian yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memahami karakter sosial, budaya, dan dinamika keamanan di Tanah Papua. Ia menyebut pemimpin yang memiliki kedekatan kultural dengan wilayah Papua dapat memperkuat pendekatan pelayanan, komunikasi publik, serta stabilitas keamanan di tingkat lokal.
Menurut Jalil, banyak perwira tinggi Polri asal Papua memiliki rekam jejak, kapasitas, dan integritas untuk memimpin kepolisian daerah. Karena itu, ia berharap proses suksesi Kapolda Papua Barat Daya membuka ruang yang lebih luas bagi kader-kader terbaik Papua di tubuh Polri.
"Sudah saatnya putra Papua diberikan kesempatan memimpin di daerahnya sendiri. Kami percaya banyak perwira tinggi Polri asal Papua yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas untuk mengemban amanah tersebut," ujarnya.
Jalil juga menekankan bahwa penunjukan putra asli Papua sebagai Kapolda dapat memberi pesan kuat kepada generasi muda Papua. Menurut dia, kesempatan itu dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Papua untuk menempuh pendidikan, menjaga integritas, dan membangun karier profesional di institusi kepolisian.
Meski menyampaikan aspirasi tersebut, Jalil menegaskan bahwa keputusan akhir terkait jabatan Kapolda merupakan kewenangan penuh Kapolri dan institusi Polri. Namun, ia menilai aspirasi masyarakat Papua tetap penting untuk didengar sebagai bagian dari pertimbangan strategis dalam menentukan figur pemimpin kepolisian di daerah.
Brigjen Pol. Gatot Haribowo diketahui lahir pada 1 Juni 1968 dan kini berusia 58 tahun. Dalam ketentuan umum, batas usia pensiun anggota Polri berada pada usia 58 tahun. Kondisi itu memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pergantian pucuk pimpinan Polda Papua Barat Daya dalam waktu dekat.
Gatot Haribowo merupakan Kapolda pertama Papua Barat Daya sejak pembentukan Polda Papua Barat Daya pada 2024. Selama menjabat, ia memimpin fase awal pembangunan organisasi, konsolidasi kelembagaan, serta penguatan pelayanan kepolisian di provinsi termuda di Indonesia tersebut.
Hingga Rabu (3/6/2026), Mabes Polri belum mengumumkan secara resmi nama perwira yang akan menggantikan Brigjen Pol. Gatot Haribowo sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Di tengah belum adanya keputusan resmi, aspirasi SPI Papua Barat menjadi salah satu suara publik yang menyoroti pentingnya keterwakilan putra asli Papua dalam struktur kepemimpinan kepolisian. Jalil berharap proses pergantian Kapolda Papua Barat Daya tidak hanya mempertimbangkan aspek kepangkatan dan administrasi, tetapi juga membaca kebutuhan sosial, budaya, dan keamanan di wilayah Papua Barat Daya.
Editor: Hanny Wijaya