Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gagal Kabur! Pemotor Bawa 9 Paket Ganja Diringkus Polisi di Depan Bandara DEO Sorong
Advertisement . Scroll to see content

Redam Bentrok di Rufei Sorong, Polisi Blokade Lokasi & Gelar Dialog Dengan Para Tokoh

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:20 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Redam Bentrok di Rufei Sorong, Polisi Blokade Lokasi & Gelar Dialog Dengan Para Tokoh
Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol. Amry Siahaan melakukan dialog dengan para tokoh dari kedua kubu yang bertikai untuk mengakhiri bentrok dua kubu.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Aparat gabungan Polresta Sorong Kota dan Brimob Polda Papua Barat Daya bertindak tegas memblokade kawasan Rufei, Kota Sorong, Senin (26/10/2026). Langkah cepat ini diambil guna memutus rantai bentrokan berdarah yang kembali pecah antara kelompok pemuda Kompleks Kokoda dan Rufei Pantai.

Pasukan bersenjata tameng Pasukan Huru-Hara (PHH) langsung disiagakan penuh untuk melakukan penyekatan di dua titik krusial, yakni depan Pasar Modern Rufei dan Kantor Distrik Sorong Barat. Strategi barikade ini efektif mencegah meluasnya area konflik di tengah eskalasi massa yang kian memanas pada siang hari.


Aparat kepolisian dari Polresta Sorong Kota dan Brimob memblokade kawasan Rufei untuk menghentikan bentrokan antarwarga, Senin (26/10/2026). Petugas bersiaga penuh redam situasi memanas.

Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol. Amry Siahaan melakukan dialog dengan para tokoh dari kedua kubu yang bertikai untuk mengakhiri bentrok dua kubu.

 

Di bawah komando langsung Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan bersama Wakapolresta AKBP Gleen Roy Molle, kepolisian tidak hanya mengamankan batas wilayah tetapi juga mengevakuasi dua korban luka berat. Korban berinisial YB (38) dan NY (36) dari pihak Rufei Pantai harus dilarikan ke rumah sakit setelah diserang menggunakan senjata tajam serta batu besar secara membabi buta.

"Kami tetap persuasif mencari solusi, untuk dua korban yang mengalami luka-luka, saya sudah perintahkan anggota Polsek Sorong Barat untuk cek penanganan terhadap dua korban," tegas Kombes Pol. Amry Siahaan saat memimpin pengamanan di lokasi kejadian.

Perwira menengah Polri ini juga memastikan institusinya menanggung seluruh biaya pengobatan para korban agar mendapat penanganan medis intensif. "Terkait penanganan kejadian, kami berkoordinasi dengan tokoh-tokoh dari kedua belah pihak yang bertikai ini. Kami mohon untuk semua pihak menahan diri. Serahkan semua masalah ini kepada kami sebagai penegak hukum. Pihak pelaku harus gentle untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," ungkapnya.


Aparat kepolisian dari Polresta Sorong Kota dan Brimob memblokade kawasan Rufei untuk menghentikan bentrokan antarwarga, Senin (26/10/2026). Petugas bersiaga penuh redam situasi memanas.

 

 

Ketegangan di Rufei sejatinya merupakan imbas dari aksi premanisme pada Sabtu (24/10/2026) pekan lalu. Rentetan kejadian bermula saat seorang warga, BW (39), dipalak dan dianiaya oleh sekelompok pemuda mabuk asal kompleks Kokoda ketika sedang berolahraga pagi. Penyerangan tanpa dalih tersebut memicu kemarahan keluarga korban dan berujung pada aksi saling serang lintas kompleks.

Merespons instabilitas keamanan tersebut, Ketua RT Rufei Pantai, Frengky Rumere, mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan transparan. "Kami minta para pelaku kami minta segera ditangkap dalam waktu 24 jam. Kami sangat heran, setiap ada kegiatan keagamaan selalu saja ada gangguan seperti ini. Kami minta Polisi usut tuntas peristiwa ini, jangan sampai ada provokator yang sengaja memainkan peristiwa ini," ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan warga dari pihak seberang menunjukkan sikap kooperatif terhadap proses penyelidikan kepolisian. "Kalau ada pihak kami yang bersalah, kami tidak lindungi, kami serahkan ke pihak berwajib," kata salah satu tokoh masyarakat Kokoda.

Hingga Senin petang, aparat kepolisian masih menyiagakan personel di titik-titik rawan sembari menggelar dialog intensif bersama tokoh masyarakat setempat. Ketegasan penegak hukum kini diuji untuk segera meringkus para pelaku utama, memotong akar provokasi premanisme jalanan, dan mengembalikan jaminan rasa aman di sudut Kota Sorong.

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut