Polresta Sorong Kota Gelar Operasi Patuh Dofior 2026, Kapolresta : Kerjakan Tugas Secara Profesional
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Rapor merah kecelakaan di jalan raya yang merenggut puluhan nyawa memaksa aparat kepolisian mengambil langkah tegas. Menjawab krisis keselamatan tersebut, Polresta Sorong Kota resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan "Patuh Dofior 2026" dengan pendekatan hukum yang proporsional, humanis, dan tanpa kompromi.
Apel gelar pasukan pembuka operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol. Amry Siahaan di lapangan Mapolresta pada Senin (26/10/2026). Penertiban lalu lintas terpusat ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari ke depan hingga 8 November 2026. Fokus utama petugas adalah penegakan aturan berbasis tilang elektronik yang diimbangi dengan edukasi preemtif kepada masyarakat luas.

Mewakili Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol. Hengki Haryadi, Amry memberikan instruksi tajam kepada seluruh personel gabungan yang bertugas. Ia secara khusus menyoroti pentingnya etika pelayanan dan melarang keras adanya praktik penyimpangan kekuasaan oleh anggota.
"Laksanakan tugas secara profesional dan berintegritas. Hindari segala bentuk tindakan arogan di lapangan, serta utamakan selalu keselamatan masyarakat," tegasnya di hadapan barisan aparat yang meliputi jajaran Polri, POM AD, POM AL, Satpol PP, dan Senkom.
Intervensi masif aparat keamanan ini merupakan buntut panjang dari kelalaian pengendara yang terus berulang. Berdasarkan catatan evaluasi sepanjang tahun lalu, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah ini telah menembus 309 kasus. Tragedi jalanan tersebut menewaskan 34 orang, menyebabkan 234 korban menderita luka berat, 253 luka ringan, serta memicu kerugian material yang nyaris menyentuh angka Rp600 juta.
Operasi Patuh Dofior 2026 kini menjadi ujian nyata bagi kepolisian setempat dalam membangun kedisiplinan publik. Keberhasilan agenda ini tidak sekadar diukur dari tingginya jumlah surat tilang yang terbit, melainkan kemampuannya menekan fatalitas korban secara drastis. Penegakan hukum yang berintegritas diharapkan segera membentuk budaya berkendara yang aman demi melindungi setiap nyawa warga di jalanan Sorong.
Editor: Chanry Suripatty