Polresta Sorong Siaga Kawal Aksi Demo Front Rakyat Domberai, Polisi Tegaskan: Jangan Terprovokasi!
Dalam narasi yang disebarluaskan, kelompok tersebut menyoroti keberadaan PT Freeport sebagai simbol ketidakadilan yang mereka klaim telah berlangsung selama puluhan tahun di tanah Papua.
Mereka menyatakan bahwa operasional Freeport selama 59 tahun dinilai tidak melibatkan persetujuan masyarakat Papua dan dianggap sebagai bagian dari praktik kolonialisme modern.
“Freeport adalah perusahaan ilegal di atas tanah Papua dan merupakan aktor kolonialisme di atas tanah Papua,” demikian salah satu pernyataan dalam seruan aksi tersebut.
Kelompok ini juga menyinggung sejarah perjanjian internasional dan kebijakan pemerintah yang dinilai mengabaikan hak masyarakat Papua dalam menentukan nasib sendiri.
Aksi tersebut direncanakan menjadi ruang penyampaian aspirasi terbuka dengan seruan utama “Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua”.
Situasi ini menempatkan aparat keamanan pada posisi strategis untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas keamanan dan perlindungan hak demokrasi. Polresta Sorong Kota menegaskan pendekatan persuasif dan preventif menjadi prioritas dalam pengamanan aksi.
Kepolisian memastikan kehadiran negara tidak hanya sebagai pengendali situasi, tetapi juga sebagai penjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai.
Dengan potensi eskalasi isu yang sensitif, aparat mengedepankan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi dinamika di lapangan.
Pengamanan aksi ini sekaligus menjadi ujian bagi semua pihak dalam menjaga ruang demokrasi tetap kondusif, tanpa mengorbankan ketertiban umum di Kota Sorong.
Editor : Hanny Wijaya