Situasi Kota Sorong Kondusif, Polisi Tetap Siaga Cegah Ricuh Massa Susulan
SORONG, iNewsSorongRaya.id — Polresta Sorong Kota memperketat patroli dan menyiagakan personel gabungan bersama Brimob Polda Papua Barat Daya setelah kericuhan massa di sejumlah ruas jalan utama Kota Sorong. Langkah itu dilakukan meski situasi keamanan pada Jumat pagi mulai kondusif.
Kericuhan sebelumnya terjadi setelah massa memblokade sejumlah jalan sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Aparat yang berupaya membuka blokade disebut mendapat serangan batu, kayu, dan molotov dari massa.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam proses penanganan itu, empat warga diamankan karena diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel polisi.
Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan menyatakan aksi anarkis tersebut tidak dapat dibenarkan karena mengganggu ketertiban masyarakat dan membahayakan warga lain.
“kami menyesalkan adanya aksi anarkis dari massa. kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi-aksi yang mengganggu ketertiban masyarakat.”
Selain mengamankan empat warga, polisi juga menyita empat sepeda motor milik sejumlah orang yang melarikan diri saat aparat melakukan penegakan hukum. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan.
Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Muhammad Andi Nurul Yaqin mengatakan aparat kini fokus melakukan konsolidasi personel dan mengantisipasi kemungkinan aksi susulan. Menurut dia, patroli ditingkatkan di sejumlah titik rawan.
“saat ini kami melakukan konsolidasi personel di mapolresta sorong kota dengan backup brimob untuk mengantisipasi aksi susulan. kami juga meningkatkan patroli dan mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan.”
Pada Jumat pagi, aktivitas warga mulai kembali normal. Pelajar terlihat berangkat ke sekolah dengan didampingi orang tua. Sementara itu, pekerja kebersihan dan warga membersihkan sisa ban bekas, kayu, serta pecahan botol kaca dari badan jalan.
Meski kondisi mulai pulih, sebagian warga masih khawatir karena kericuhan sebelumnya merusak sedikitnya delapan kendaraan roda empat milik warga. Kendaraan itu dilaporkan rusak akibat dilempari massa saat melintas di sekitar lokasi blokade.
Aksi blokade tersebut diduga berkaitan dengan kemarahan sejumlah warga setelah nonton bareng film Pesta Babi. Sebelum kericuhan pecah, massa juga mengikuti demonstrasi damai ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya pada Kamis dalam aksi Solidaritas Rakyat Sipil Papua Demo Tolak PSN-Militerisme di Kota Sorong.
Polisi masih menyelidiki asal-usul batu dan botol kaca yang digunakan dalam penyerangan. Aparat juga menelusuri dugaan adanya provokator atau aktor utama yang menggerakkan massa hingga aksi blokade berubah menjadi kericuhan.
Pemulihan keamanan di Kota Sorong menjadi ujian bagi aparat dan warga. Polisi meminta masyarakat menahan diri, menjaga ketertiban, dan tidak memperluas isu yang belum terverifikasi agar situasi kondusif tetap terjaga.
Editor : Chanry Suripatty