get app
inews
Aa Text
Read Next : Kolaborasi Pemprov PBD–Shine Papua Dorong Pendidikan Berasrama Berkualitas di Sorong

Gelontorkan Bantuan Bagi Pengusaha Homestay, Gubernur Elisa Kambu Gas Pol Kembangkan Pariwisata

Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:06 WIB
header img
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu saat menyerahkan bantuan stimulus Pemprov Papua Barat Daya untuk pengusaha Homestay. [FOTO : iNewssorongraya.id -LORAINE]

 

KOTA SORONG, iNewssorongraya.id – Bantuan Stimulus Pemprov Papua Barat Daya untuk Pengusaha Homestay resmi digelontorkan. Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan sektor pariwisata telah masuk dalam desain besar pembangunan daerah dan tidak lagi sekadar wacana. 

Penyerahan hibah barang yang bersumber dari APBD Otsus Tahun Anggaran 2025 itu berlangsung di Lantai 3 Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Sabtu (21/2/2026). Pemerintah provinsi menyalurkan bantuan kepada 17 pengelola homestay dan Kelompok Sadar Wisata sebagai bagian dari strategi memperkuat infrastruktur dasar penunjang kunjungan wisatawan.

Gubernur Elisa Kambu menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para pelaku usaha homestay yang dinilai menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata daerah.
“Ini yang kita harapkan, bahwa kita punya potensi yang cukup menjanjikan, ini bisa kita kembangkan sama-sama. Bantuan ini hanya sekadar stimulan. Jadi kita harapkan itu bisa berkembang,” ujarnya. 

Ia menegaskan, dukungan tersebut bukan bantuan terakhir. Pemerintah akan menyesuaikan intervensi anggaran apabila terjadi lonjakan kunjungan turis ke Papua Barat Daya.
Menurutnya, pengembangan sektor wisata tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun fasilitas penunjang, mulai dari penginapan hingga sarana transportasi wisata.
“Pertama, kita ingin menyiapkan infrastruktur. Pemerintah memiliki keterbatasan, sehingga kita harus melibatkan masyarakat. Salah satu bukti partisipasi itu adalah para pengelola homestay. Mereka bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan infrastruktur pendukung kunjungan wisatawan,” tegasnya. 

Selain penguatan fasilitas, promosi menjadi pilar utama strategi pemerintah. Gubernur memastikan potensi alam Papua Barat Daya akan terus dikampanyekan di tingkat nasional hingga internasional.
“Melalui promosi yang kita lakukan, kita harapkan banyak orang akan datang ke sini. Saya yakin, ini sudah banyak orang mendengar dan mereka penasaran dan berusaha datang,” katanya optimistis. 

Ia juga meminta dukungan media untuk memperluas gaung promosi destinasi unggulan seperti Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Maybrat, hingga Kabupaten Raja Ampat yang dikenal dengan bentang alam pegunungan, lembah, serta pantai eksotis.
Namun, ia mengingatkan bahwa keamanan merupakan syarat mutlak kemajuan wisata.
“Keamanan adalah kunci. Jika situasi aman dan kondusif, maka pariwisata akan maju. Wisatawan akan datang, berkunjung, dan mendapatkan pengalaman yang baik. Itu yang ingin kita dorong bersama,” tandasnya.

Gubernur juga mendorong generasi muda agar tidak terpaku pada pekerjaan sebagai aparatur sipil negara. Sektor usaha dinilai memberi ruang lebih luas untuk pertumbuhan ekonomi keluarga.
“Kalau tunggu ASN itu terbatas, penghasilan juga terbatas. Tapi kalau pengusaha, bisa menghasilkan uang yang lebih banyak. Jadi ini peluang besar,” tegasnya. 

Dalam waktu dekat, ia berencana mengunjungi sejumlah destinasi guna memastikan kebutuhan riil di lapangan terpetakan dengan baik. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menjelaskan bantuan difokuskan pada peningkatan fasilitas dasar agar pengelola mampu memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan wisatawan, termasuk tamu mancanegara.
“Bantuan ini untuk mendukung dan meningkatkan kualitas pengelolaan homestay. Ada tempat tidur, fasilitas makan dan minum, dukungan transportasi, perlengkapan keselamatan, hingga bantuan solar panel untuk beberapa homestay,” ujarnya. 

Sebanyak 17 homestay menerima hibah pada tahap kedua program tersebut. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lokasi wisata, termasuk motor tempel dan sarana keselamatan. 

Saat ini, tercatat sekitar 300 homestay tersebar di Papua Barat Daya. Keterbatasan anggaran membuat dukungan diberikan secara bertahap.
“Kita punya keinginan besar untuk membantu semua, tapi tentu tergantung kemampuan anggaran. Mudah-mudahan tahun ini dan tahun depan bisa terus kita dorong,” katanya. 

Salah satu penerima bantuan, Nataniel Wadon, pengelola Moss Sikon Homestay, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Ke depan kami berharap ada dukungan tambahan berupa modal usaha, agar homestay kami bisa lebih berkembang,” ujarnya. 

Melalui Bantuan Stimulus Pemprov Papua Barat Daya untuk Pengusaha Homestay ini, pemerintah berharap kualitas layanan meningkat, daya saing daerah menguat, serta sektor pariwisata tumbuh sebagai penggerak utama ekonomi baru di wilayah paling timur Indonesia.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut