get app
inews
Aa Text
Read Next : Protes Peserta Lomba Pondok Natal: Pemuda Kota Sorong Kecewa Hadiah Dinilai Tak Manusiawi

Bajak Laut Gabon Culik 4 WNI, Kemlu Pastikan Tim Pemburu Dikerahkan

Selasa, 13 Januari 2026 | 13:29 WIB
header img
Aksi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di wilayah Ekwata, Gabon, pada Minggu (11/1/2026). Foto: Freepik

JAKARTA, iNewsSorongraya.id  – Kabar mengejutkan datang dari perairan Afrika Barat. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi terjadinya aksi pembajakan terhadap kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828) di wilayah Ekwata, Gabon, pada Minggu (11/1/2026).

Dalam insiden tersebut, sembilan awak kapal diculik oleh kelompok bajak laut, di mana empat di antaranya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa kapal tersebut sebenarnya membawa total 12 awak kapal.

"Pelaku pembajakan menculik 9 awak kapal dari total 12 orang. Empat dari sembilan yang diculik adalah WNI. Sementara itu, tiga awak lainnya, termasuk dua WNI, dilaporkan selamat dan tetap berada di atas kapal," ungkap Heni dalam keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).

AL Gabon Lakukan Pengejaran
Saat ini, otoritas setempat tidak tinggal diam. Pasukan Angkatan Laut (AL) Gabon telah dikerahkan untuk melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok pembajak tersebut.

Sementara itu, tiga awak kapal yang selamat (termasuk dua WNI) kini berada di bawah pengawalan ketat AL Gabon menuju ibu kota Libreville untuk memastikan keamanan mereka serta memulihkan kondisi psikologis pascatrauma.

Merespons situasi darurat ini, Kemlu melalui KBRI Yaounde bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor. Beberapa langkah prioritas yang sedang diambil antara lain menghubungi otoritas Gabon, perusahaan pemilik kapal, dan agen penyalur tenaga kerja untuk mempercepat proses penyelamatan. Lalu, memastikan kondisi fisik dan mental para WNI yang selamat.

Selain itu mengawal agar hak-hak ketenagakerjaan para ABK, baik yang selamat maupun yang sedang diculik, tetap terpenuhi bagi keluarga mereka di tanah air.

"Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan penanganan maksimal dalam kasus ini," pungkas Heni.

Kawasan perairan Teluk Guinea, termasuk Gabon, memang dikenal sebagai salah satu titik rawan aksi pembajakan laut dalam beberapa tahun terakhir, yang menuntut kewaspadaan tinggi bagi para pelaut internasional.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut