Ungkap Penyebab Kebakaran Pasar Paniai, Tim Labfor dan DVI Polda Papua Diturunkan

CHANRY SURIPATTY
Pihak Kepolisian saat melakukan olah TKP kebakaran pasar di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

 

PANIAI, iNewssorongraya.id — Kebakaran maut di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, kini memasuki tahap krusial penyelidikan. Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor), Disaster Victim Identification (DVI), serta Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dari Polda Papua untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus memastikan identitas 11 korban meninggal dunia.

Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun mengatakan, keterlibatan tim forensik dari Polda Papua diperlukan karena Polda Papua Tengah belum memiliki fasilitas Labfor. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan terhadap lokasi kebakaran dan proses identifikasi korban harus melibatkan personel dengan kemampuan serta peralatan forensik yang lebih lengkap.

"“Saat ini kami sedang melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Papua. Polda Papua Tengah belum memiliki tim Labfor, sehingga kami masih berkoordinasi dengan tim Labfor dan tim DVI dari Polda Papua,” ujar Roycke, Senin (7/9/2026).

Olah TKP menjadi bagian penting untuk memastikan titik awal api, pola penyebaran kebakaran, serta kemungkinan faktor yang memicu kobaran api. Polisi juga mengumpulkan rekaman kamera pengawas dan keterangan saksi sebagai bahan untuk memperkuat hasil penyelidikan.

“CCTV yang berada di sekitar TKP masih kami kumpulkan, baik yang dimiliki masyarakat maupun kantor-kantor di sekitar lokasi. Selain itu, kami juga mengumpulkan keterangan para saksi mata untuk memperkuat penyelidikan,” tegasnya.

Di sisi lain, proses identifikasi 11 korban menjadi tantangan tersendiri. Polisi menyebut sebagian besar korban mengalami luka bakar parah sehingga identifikasi secara visual sulit dilakukan.

“Kami masih berkoordinasi dengan keluarga agar jenazah ditahan terlebih dahulu untuk proses identifikasi. Sekitar 90 persen kondisi korban terbakar sehingga sulit untuk diidentifikasi,” ungkapnya.

Tim DVI dan Dokkes Polda Papua karena itu dilibatkan untuk memastikan identitas korban sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga. Polisi juga meminta keluarga bersabar hingga seluruh proses identifikasi selesai.

Tragedi tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Data terbaru kepolisian mencatat sebanyak 49 rumah dan kios terdampak, sedangkan 148 warga harus mengungsi ke sejumlah lokasi, termasuk Polsek, masjid, dan rumah kerabat.

“Data terbaru menunjukkan terdapat 49 rumah dan kios yang terdampak kebakaran. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 148 orang,” katanya.

Pendataan terhadap korban luka juga masih berlangsung. Mereka yang menjalani perawatan di RSUD Paniai dikategorikan berdasarkan tingkat luka, mulai ringan hingga berat. Polisi turut mendata warga yang mengalami tekanan psikologis setelah menyaksikan atau menjadi korban peristiwa tersebut.

“Untuk korban luka-luka, saat ini masih dilakukan pendataan di rumah sakit. Tingkat luka korban bervariasi, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Kami juga masih mendata warga yang mengalami depresi atau tekanan psikologis,” ujarnya.

Polisi juga menyatakan sejauh ini tidak menemukan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam kebakaran tersebut. Meski demikian, penyelidikan tetap berjalan hingga seluruh bukti dan keterangan yang diperlukan terkumpul.

Sebelumnya, Polda Papua Tengah melaporkan sedikitnya 40 rumah dan kios terbakar dalam kejadian sekitar pukul 00.25 WIT, Senin (7/9/2026). Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdempetan. Sebanyak 11 orang ditemukan meninggal dunia, enam di antaranya merupakan anak-anak.

Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Sedikitnya 40 unit rumah dan kios dilaporkan terbakar. Dalam peristiwa tersebut, 11 orang ditemukan meninggal dunia,” ujar Henry.

Kini, penyidik masih menunggu hasil olah TKP, pemeriksaan forensik, identifikasi DVI, rekaman CCTV, serta keterangan saksi. Seluruh bahan tersebut akan menjadi dasar kepolisian melakukan gelar perkara untuk menentukan konstruksi peristiwa dan memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan 11 orang itu.

Kepastian penyebab api dan identitas seluruh korban menjadi dua pekerjaan utama yang harus dituntaskan polisi. Di tengah besarnya kerugian dan duka keluarga korban, hasil pemeriksaan forensik akan menjadi penentu untuk menjawab bagaimana kebakaran maut di Pasar Kampung Bapouda bermula dan berkembang menjadi tragedi.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network