JAYAPURA, iNewssoronraya.id – Tim Disaster Victim Identification Polda Papua berhasil mengidentifikasi seluruh korban meninggal dalam ledakan di Kompleks Perikanan, Kabupaten Biak Numfor. Sejumlah korban yang tidak dapat dikenali secara visual dipastikan identitasnya melalui pemeriksaan DNA.
Ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIT tersebut menewaskan sembilan orang. Delapan korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan medis.
Tim DVI Polda Papua Penata I Hamzah Chusaeni mengatakan, pemeriksaan DNA dilakukan karena kondisi beberapa korban tidak memungkinkan identifikasi hanya melalui pengamatan fisik.
Tim mengambil tiga sampel DNA pembanding dari keluarga korban serta sepuluh sampel jaringan tubuh. Seluruh sampel dikirim ke Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri di Jakarta untuk dianalisis.
“Melalui pemeriksaan DNA tersebut, seluruh korban yang sebelumnya belum dapat dipastikan identitasnya akhirnya berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Hamzah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol. Parasian Herman Gultom mengatakan, penanganan perkara membutuhkan waktu karena penyidik harus memastikan penyebab ledakan sekaligus mengidentifikasi korban secara ilmiah.
“Peristiwa ini melibatkan bahan peledak sehingga seluruh proses penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan alat bukti yang sah. Beberapa korban pada awalnya belum dapat diidentifikasi, namun berkat kerja keras Tim DVI Polda Papua seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” jelasnya.
Selain menimbulkan korban meninggal, ledakan tersebut menyebabkan enam orang mengalami luka-luka. Sembilan rumah warga dan satu rumah ibadah juga mengalami kerusakan.
Proses identifikasi melibatkan kerja sama Tim DVI, tenaga kesehatan, keluarga korban, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Pemeriksaan DNA diperlukan untuk memberikan kepastian identitas dan mencegah kekeliruan saat penyerahan jenazah.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban dan pemulihan pascaledakan.
“Atas nama Polda Papua, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tenaga kesehatan, relawan, serta rekan-rekan media yang telah bersinergi dalam proses penanganan musibah ini. Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci dalam mempercepat penanganan dan pemulihan pascakejadian,” ujar Kabid Humas.
Keberhasilan identifikasi seluruh korban menutup salah satu tahapan penting penanganan kemanusiaan. Polda Papua selanjutnya memusatkan penyidikan pada asal mortir dan kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggung jawab atas keberadaan bahan peledak tersebut.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
