Pemprov PBD Gandeng UNIPA, Elisa Kambu Tegaskan SDM Papua Tak Cukup Bermodal Ijazah

ZADRAK WANGGAI
Gubernur PBD Elisa Kambu bersama Rektor UNIPA menandatangani MoU penguatan SDM dan sektor unggulan Papua di Ruang Rapat Senat UNIPA, Manokwari.

 

MANOKWARI, iNewssorongraya.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Papua atau UNIPA untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan sektor unggulan di Tanah Papua.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU di Ruang Rapat Senat Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, Rabu (20/5/2026).

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., mengatakan pembangunan Papua tidak cukup hanya bertumpu pada banyaknya lulusan sarjana. Menurut dia, daerah membutuhkan SDM yang produktif, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan memiliki keterampilan nyata untuk menjawab kebutuhan pembangunan.

"Untuk menuju Papua maju, yang harus kita pikirkan bersama hari ini adalah mempersiapkan SDM-nya. Kalau SDM ini tidak bisa produktif, jangan kita bermimpi. Sekarang ini sekolah sudah banyak, lulusan sarjana banyak, tapi banyak yang tidak bisa buat apa-apa karena yang dikejar hanya ijazah saja tanpa penguasaan ilmu dan teknologi yang mumpuni," ujar Elisa Kambu tegas.

Elisa menilai rendahnya daya serap tenaga kerja terdidik dapat memicu berbagai persoalan sosial. Ia menyinggung munculnya kelompok miras, begal, hingga narkoba sebagai bagian dari dampak ketika generasi muda tidak memiliki keterampilan dan ruang produktif setelah menempuh pendidikan.

Karena itu, Pemprov Papua Barat Daya mendorong penguatan kembali program Sekolah Lapang. Program tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang siap kerja, mandiri, dan mampu mengubah pola pikir agar menjadi tuan di negeri sendiri.

Pemprov PBD menggandeng UNIPA karena kampus tersebut memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan berbasis pertanian. Elisa meminta UNIPA tetap menjaga spirit awal pendiriannya, meski kini telah berkembang menjadi universitas dengan cakupan bidang ilmu yang lebih luas.

"Papua ini adalah pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan. Empat ini sektor andalan dan unggulan kita. UNIPA harus menjadi motor penggerak sektor-sektor ini agar output lulusannya luar biasa dan siap hidup mandiri setelah lulus," tambahnya.

Melalui kemitraan tersebut, Pemprov Papua Barat Daya menyatakan siap mendukung program-program UNIPA. Pemerintah provinsi juga berencana mengambil alih tanggung jawab pengembangan Sekolah Lapang ke tingkat provinsi agar pelaksanaannya lebih terarah dan berdampak luas.

Ke depan, Pemprov PBD akan memetakan pembagian konsentrasi fakultas maupun program studi di wilayah Kepala Burung, Papua Barat Daya. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pengejaran ketertinggalan daerah, terutama dalam penyediaan tenaga terampil di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan.

Penandatanganan MoU itu dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Pj. Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Dinas Pendidikan, BP3OKP Papua Barat Daya, serta Rektor UNIPA bersama jajaran universitas.

Di akhir sambutannya, Elisa menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIPA dan seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan kerja Pemprov PBD. Ia berharap UNIPA terus mengambil peran sebagai “kakak” yang menuntun kemajuan Tanah Papua menuju Indonesia Raya.

 

 

 

 

MANOKWARI, iNewssorongraya.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Papua atau UNIPA untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan sektor unggulan di Tanah Papua.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU di Ruang Rapat Senat Universitas Papua, Manokwari, Papua Barat, Rabu (20/5/2026).

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., mengatakan pembangunan Papua tidak cukup hanya bertumpu pada banyaknya lulusan sarjana. Menurut dia, daerah membutuhkan SDM yang produktif, menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan memiliki keterampilan nyata untuk menjawab kebutuhan pembangunan.

"Untuk menuju Papua maju, yang harus kita pikirkan bersama hari ini adalah mempersiapkan SDM-nya. Kalau SDM ini tidak bisa produktif, jangan kita bermimpi. Sekarang ini sekolah sudah banyak, lulusan sarjana banyak, tapi banyak yang tidak bisa buat apa-apa karena yang dikejar hanya ijazah saja tanpa penguasaan ilmu dan teknologi yang mumpuni," ujar Elisa Kambu tegas.

Elisa menilai rendahnya daya serap tenaga kerja terdidik dapat memicu berbagai persoalan sosial. Ia menyinggung munculnya kelompok miras, begal, hingga narkoba sebagai bagian dari dampak ketika generasi muda tidak memiliki keterampilan dan ruang produktif setelah menempuh pendidikan.

Karena itu, Pemprov Papua Barat Daya mendorong penguatan kembali program Sekolah Lapang. Program tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang siap kerja, mandiri, dan mampu mengubah pola pikir agar menjadi tuan di negeri sendiri.

Pemprov PBD menggandeng UNIPA karena kampus tersebut memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan berbasis pertanian. Elisa meminta UNIPA tetap menjaga spirit awal pendiriannya, meski kini telah berkembang menjadi universitas dengan cakupan bidang ilmu yang lebih luas.

"Papua ini adalah pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan. Empat ini sektor andalan dan unggulan kita. UNIPA harus menjadi motor penggerak sektor-sektor ini agar output lulusannya luar biasa dan siap hidup mandiri setelah lulus," tambahnya.

Melalui kemitraan tersebut, Pemprov Papua Barat Daya menyatakan siap mendukung program-program UNIPA. Pemerintah provinsi juga berencana mengambil alih tanggung jawab pengembangan Sekolah Lapang ke tingkat provinsi agar pelaksanaannya lebih terarah dan berdampak luas.

Ke depan, Pemprov PBD akan memetakan pembagian konsentrasi fakultas maupun program studi di wilayah Kepala Burung, Papua Barat Daya. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pengejaran ketertinggalan daerah, terutama dalam penyediaan tenaga terampil di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan perikanan.

Penandatanganan MoU itu dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Pj. Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Kepala Dinas Pendidikan, BP3OKP Papua Barat Daya, serta Rektor UNIPA bersama jajaran universitas.

Di akhir sambutannya, Elisa menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIPA dan seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan kerja Pemprov PBD. Ia berharap UNIPA terus mengambil peran sebagai “kakak” yang menuntun kemajuan Tanah Papua menuju Indonesia Raya.

 

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network