KOTA SORONG, iNewssorongraya.id – Pemerintah Kota Sorong resmi mengizinkan Rumah Sakit Maleo beroperasi kembali pada Selasa (4/8/2026), usai penyegelan paksa selama dua pekan. Keputusan krusial ini diambil setelah tim independen Dinas Kesehatan merampungkan audit investigasi atas tragedi dugaan kelalaian medis yang menewaskan balita berusia tiga tahun berinisial ZA.
Pembukaan kembali fasilitas kesehatan ini bukan sekadar pencabutan sanksi, melainkan pertaruhan besar bagi reputasi RS Maleo di mata publik. Dinas Kesehatan Kota Sorong menegaskan bahwa hasil audit harus menjadi dasar perombakan sistem keselamatan pasien yang lebih ketat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth, menegaskan bahwa insiden fatal tersebut harus menjadi pelajaran mahal. Ia menuntut manajemen rumah sakit untuk tidak mengulangi kesalahan serupa dan berbenah secara komprehensif.
"Hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026, bukan sekadar dibukanya kembali operasional Rumah Sakit Maleo. Hari ini merupakan awal dari komitmen baru untuk terus belajar dari setiap pengalaman, memperbaiki setiap kekurangan, meningkatkan profesionalisme, memperkuat budaya keselamatan pasien, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kota Sorong," tegas Jemima dalam konferensi pers di Ruang Anggrek, Selasa (4/8/2026).
Jemima juga mengingatkan bahwa sanksi dan evaluasi bukanlah akhir, melainkan titik tolak perbaikan mutu. Ia mendesak seluruh jajaran rumah sakit menjadikan rekomendasi audit sebagai pemacu perubahan budaya kerja.
"Evaluasi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan langkah awal menuju pelayanan kesehatan yang semakin bermutu," katanya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga berupaya memulihkan stigma negatif di masyarakat. Jemima menyadari bahwa merebut kembali kepercayaan publik pasca-tragedi bukanlah perkara mudah.
"Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata, pelayanan yang profesional, transparan, bertanggung jawab, dan penuh empati. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal untuk melangkah bersama, memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Sorong," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Maleo, dr. Irene Dawenan, mengakui beratnya sanksi penutupan yang harus dijalani instansinya. Ia berkomitmen menjadikan teguran keras ini sebagai bekal perbaikan layanan di masa depan.
"Proses yang dilalui cukup panjang. Sekitar dua minggu lalu rumah sakit disegel dan pelayanan ditutup sementara. Hari ini rumah sakit resmi dibuka kembali. Semoga pembelajaran ini menjadi bekal untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik kedepannya," ujarnya.
Irene juga meminta agar pengawasan dari Dinas Kesehatan tidak berhenti pada pencabutan segel. Ia berharap insiden yang menimpa RS Maleo dapat menjadi peringatan keras bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sorong Raya.
"Saya berharap pembelajaran ini bukan hanya untuk Rumah Sakit Maleo, tetapi juga bagi rumah sakit lainnya. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat se-Sorong Raya," tutupnya.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
