PT KSM dan BPK Kupang Perkuat Konservasi Laut di Pulau Kawei Raja Ampat

LORAINE AMANDA
PT KSM, BPK Kupang, dan masyarakat Kawei mengikuti Bimtek rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pulau Kawei, Raja Ampat, 3–5 Juni 2026.

 

KAWEI, iNewssorongraya.id — PT Kawei Sejahtera Mining (PT KSM) menggandeng Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pulau Kawei, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat.

Program tersebut dilaksanakan melalui Bimbingan Teknis Rehabilitasi Ekosistem Mangrove dan Terumbu Karang pada 3–5 Juni 2026. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Segitiga Karang Dunia atau Coral Triangle Day yang diperingati setiap 9 Juni.


Peserta Bimtek di Pulau Kawei mempraktikan teknik rehabilitasi mangrove dan transpalantasi karang sebagai upaya menjaga ekosistem laut Raja Ampat.

 

Sebanyak 20 peserta dari karyawan PT KSM dan masyarakat Kampung Selpele mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapat pembekalan teori dan praktik lapangan terkait teknik rehabilitasi mangrove serta transplantasi terumbu karang.

Pulau Kawei merupakan bagian dari kawasan Raja Ampat yang berada di jantung Segitiga Karang Dunia. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Karena itu, perlindungan mangrove dan terumbu karang menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.


Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

Dalam pelatihan tersebut, Tim BPK Kupang memperkenalkan metode rehabilitasi mangrove melalui teknik pancang dan rumpun berjarak. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai fungsi mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon biru, serta habitat penting bagi ikan dan biota laut.

Selain itu, peserta mempelajari teknologi Reefstar untuk transplantasi karang. Metode ini menggunakan rangka baja berbentuk heksagonal yang dilapisi resin dan pasir kasar sebagai media tumbuh karang baru.

Peserta dilatih membuat rangka Reefstar, memilih fragmen karang sehat, memasang fragmen, serta memahami pemantauan dan pemeliharaan setelah transplantasi. Pada hari kedua, peserta bersama tim teknis melakukan survei lokasi untuk menentukan titik rehabilitasi yang sesuai dengan kondisi ekologis perairan Pulau Kawei.


Warga Suku Kawei mengikuti pelatihan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang untuk memperkuat peran Masyarakat menjaga ekosistem pesisir Raja Ampat.

 

Perwakilan masyarakat Suku Kawei dari Marga Ayello, Luther Ayello, mengapresiasi pelibatan warga dalam kegiatan konservasi tersebut.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Masyarakat bisa belajar langsung bagaimana menjaga mangrove dan terumbu karang yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir di Kawei,” ujarnya.

Perwakilan PT KSM, Bagus Wiratsongko, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.


PT KSM, BPK Kupang, dan masyarakat Kawei mengikuti Bimtek rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pulau Kawei, Raja Ampat, 3–5 Juni 2026.

 

Menurut Bagus, keberhasilan rehabilitasi ekosistem pesisir tidak dapat dicapai oleh satu pihak. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus dijaga.

“PT KSM berkomitmen mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir di wilayah perairan Raja Ampat. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Tim BPK Kupang atas dukungan dan transfer ilmu yang diberikan selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Editor : Hanny Wijaya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network