SORONG, iNewssorongraya.id — Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mempertegas keberpihakannya pada sektor perikanan rakyat dengan menyalurkan 78 unit coolbox kepada nelayan Orang Asli Papua (OAP). Langkah ini menjadi strategi konkret pemerintah daerah dalam menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan nelayan pesisir.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Elisa Kambu di Pelabuhan Perikanan Jembatan Puri, Kelurahan Klademak, Kota Sorong, Jumat (30/1/2026).
Program bantuan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025 dan difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan OAP yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pascapanen.
Gubernur Elisa Kambu menegaskan, keberadaan coolbox menjadi elemen penting dalam menjaga mutu ikan agar tetap segar sejak di laut hingga proses distribusi, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.
“Kita patut bersyukur atas berkat Tuhan. Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang pekerjaan bapak dan ibu nelayan, agar hasil tangkapan tetap segar dan kualitasnya terjaga,” ujar Elisa Kambu.
Ia mengakui, distribusi bantuan belum mampu menjangkau seluruh nelayan di Papua Barat Daya akibat keterbatasan kuota serta mekanisme Dana Otsus yang secara khusus diperuntukkan bagi OAP.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan permohonan maaf kepada nelayan yang belum menerima bantuan. Namun pemerintah provinsi akan terus berupaya hadir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai kemampuan daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Solossa, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan merupakan kelompok nelayan OAP yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi sesuai kriteria program.
“Karena bersumber dari Dana Otsus, maka seluruh penerimanya yakni nelayan Orang Asli Papua. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan bantuan serupa juga dapat menyasar nelayan dari berbagai latar belakang,” jelas Absalom Solossa.
Ia menambahkan, penggunaan coolbox diyakini mampu menekan biaya produksi, terutama dalam proses penyimpanan hasil tangkapan baik saat melaut maupun setelah pendaratan.
“Dengan penyimpanan yang lebih baik, kualitas ikan tetap terjaga sehingga harga jual meningkat dan pendapatan nelayan ikut terdongkrak,” ungkapnya.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menargetkan pertumbuhan sektor perikanan rakyat yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu memperkuat ekonomi keluarga nelayan pesisir di wilayah Papua Barat Daya.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
