SORONG KOTA, iNewsSorongraya.id – Yayasan Shine Papua Education menegaskan komitmennya meningkatkan mutu pendidikan anak-anak Papua melalui model pendidikan berasrama berbasis penguatan Matematika dan Bahasa Inggris. Upaya ini berjalan seiring dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang membangun gedung sekolah dua lantai untuk menopang keberlanjutan pendidikan berkualitas bagi Orang Asli Papua (OAP).
Ketua Badan Pendiri Shine Indonesian, Lidya Kristina Liemnarso, di Sorong Kota, Senin, menegaskan sejak awal pendirian, yayasan berfokus memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan layak dan setara tanpa harus meninggalkan daerah asal.
“Dengan pendidikan yang terarah dan berkelanjutan, para siswa mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta bersaing secara akademik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini siswa dari berbagai kampung di Papua Barat Daya mengenyam pendidikan di Shine Papua Education melalui skema beasiswa. Para peserta didik direkrut dari keluarga kurang mampu dan didukung penuh oleh yayasan bersama pemerintah daerah.
Dukungan pemerintah, lanjut Lidya, telah hadir sejak awal operasional sekolah. Pada periode pertama kepemimpinan Johny Kamuru, biaya operasional sekolah disubsidi Pemerintah Kabupaten Sorong. Dukungan sempat terhenti saat daerah dipimpin Penjabat selama hampir dua tahun, namun proses belajar tetap berjalan secara swadaya. Setelah Johny Kamuru kembali menjabat pada periode kedua, dukungan berlanjut, termasuk perhatian dari Pemprov Papua Barat Daya yang meninjau langsung kondisi sekolah dan proses pembelajaran.
“Dalam pelaksanaannya, Shine Papua Education menerima banyak siswa tanpa pungutan biaya, terutama anak-anak dari keluarga tidak mampu,” katanya.
Bahkan, menurut dia, ketika pemerintah daerah belum memiliki alokasi anggaran pada masa penerimaan siswa baru, orang tua dari kampung-kampung tetap datang membawa anak-anak mereka untuk disekolahkan. Untuk menjaga keberlanjutan, yayasan juga menerima siswa umum guna memungkinkan subsidi silang bagi penerima beasiswa.
Shine Papua Education menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan intensif dari pagi hingga malam. Seluruh kebutuhan dasar siswa dipenuhi, mulai dari konsumsi hingga lima kali sehari, perlengkapan pribadi, buku pelajaran, termasuk buku bilingual.
Dalam pembelajaran, Bahasa Inggris digunakan dalam keseharian siswa dengan dukungan program Reading Assistant dan Fast Forward—perangkat lunak pendidikan dari Singapura—yang terbukti meningkatkan kemampuan bahasa secara signifikan. Seluruh jenjang pendidikan dari TK hingga SMA saat ini masih terpusat di satu lokasi.
Pembangunan gedung dua lantai oleh Pemprov Papua Barat Daya diproyeksikan memperluas kapasitas dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Lidya berharap kolaborasi lintas pihak terus menguat agar semakin banyak anak Papua mengakses pendidikan bermutu tanpa harus meninggalkan keluarga dan tanah kelahiran.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
