Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tegas! Rekrutmen 1.100 Prajurit TNI AD di Sorong Gratis, Dandim 1802: Laporkan Jika Ada Calo!
Advertisement . Scroll to see content

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Hadirkan Fragmen Teatrikal Soroti Krisis Moral Dalam Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 04:18 WIB
  • author FELIX ADIDATI
HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Hadirkan Fragmen Teatrikal Soroti Krisis Moral Dalam Masyarakat
Fragmen teatrikal pada ibadah syukur HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, di Pantai Reklamasi Sorong Moderen City, Senin (26/10/2026), mengangkat konflik keluarga dan pergaulan bebas generasi muda.(FOTO : iNewssorongraya.id/FELAD)

 

SORONG, iNewssorongraya.id – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyoroti konflik rumah tangga dan pergaulan bebas di kalangan generasi muda melalui fragmen teatrikal dalam perayaan HUT ke-70 GKI di Pantai Reklamasi Sorong Moderen City, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (26/10/2026).

Pertunjukan di hadapan ribuan jemaat tersebut menggambarkan persoalan sosial yang berpotensi mengancam keharmonisan keluarga dan masa depan anak muda. 

 


Fragmen teatrikal pada ibadah syukur HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, di Pantai Reklamasi Sorong Moderen City, Senin (26/10/2026), mengangkat konflik keluarga dan pergaulan bebas generasi muda.(FOTO : iNewssorongraya.id/FELAD)

 

Melalui sejumlah adegan, fragmen itu mengangkat kerentanan hubungan dalam rumah tangga hingga dampak pergaulan bebas. Pementasan tersebut sekaligus menyampaikan pesan pentingnya pengawasan, pendampingan, dan pendidikan moral dalam lingkungan keluarga.

Pesan sosial yang ditampilkan menjadi pengingat bagi orang tua, masyarakat, gereja, dan pemerintah daerah agar memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Upaya pencegahan dinilai penting untuk melindungi generasi muda dari perilaku berisiko.

Pementasan ini menjadi bagian dari ibadah pengucapan syukur bertema “70 Tahun Bersyukur, Peduli dalam Kasih dan Keadilan, Bersaksi Hadirkan Damai.” 

 


Pendeta Handry Kakiyai saat menyampaikan khotbah dalam perayaan HUT ke-70 GKI di Pantai Reklamasi Sorong Moderen City, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (26/10/2026). (FOTO : iNewssorongraya.id/FELAD)

 

Ibadah dipimpin Wakil Sekretaris Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Handry Kakiyai. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan perjalanan panjang gereja menghadapi berbagai tantangan sekaligus menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama lintas denominasi.

“GKI pernah melewati berbagai masa sulit dalam pekabaran Injil, namun penyertaan Tuhan tidak pernah lepas. Oleh karena itu, kita wajib menjaga soliditas dan berkolaborasi dengan denominasi gereja lain demi merawat kedamaian serta ketenteraman di Kota Sorong hingga Papua Barat Daya,” tegas Pdt. Handry Kakiyai.

Perayaan tujuh dekade GKI tersebut turut dihadiri Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama istri,  serta sejumlah pimpinan gereja serta Lembaga eksekutif dan legislatif di Papua Barat Daya.

Enam perwakilan mitra gereja dari Jerman dan satu delegasi dari Afrika juga menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari hubungan historis GKI dengan perjalanan pekabaran Injil di Tanah Papua. 

 


Enam perwakilan mitra gereja dari Jerman dan satu delegasi dari Afrika hadiri perayaan HUT ke-70 GKI. Kehadiran mereka menjadi bagian dari hubungan historis GKI dengan perjalanan pekabaran Injil di Tanah Papua. (FOTO : iNewssorongraya.id/FELAD)

 

Selain menghadirkan refleksi sosial, kegiatan ini memberikan perhatian kepada pembinaan generasi muda. Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, menyerahkan sertifikat penghargaan secara simbolis kepada tiga pelajar SD dan SMP yang menjuarai lomba membaca Alkitab tingkat Klasis Kota Sorong.

GKI di Tanah Papua berdiri pada 26 Oktober 1956 di Gereja GKI Harapan Abepura, dengan Pdt. FJS Rumainum sebagai Ketua Sinode pertama.

Memasuki usia 70 tahun, GKI tidak hanya memperingati perjalanan pelayanannya, tetapi juga mengangkat persoalan yang dihadapi masyarakat. Fragmen teatrikal tersebut menjadi pengingat bahwa konflik keluarga dan pergaulan bebas generasi muda membutuhkan perhatian nyata dari seluruh pihak, bukan sekadar menjadi tontonan di atas panggung.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Chanry Suripatty

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut