Tegas! Rekrutmen 1.100 Prajurit TNI AD di Sorong Gratis, Dandim 1802: Laporkan Jika Ada Calo!
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id – Komandan Kodim 1802/Sorong Letkol Inf Nehemia Urim Perdana menegaskan bahwa penerimaan 1.100 prajurit TNI Angkatan Darat di wilayah Papua Barat Daya dilaksanakan tanpa pungutan biaya dan dijamin bebas dari praktik percaloan.
Peringatan tegas ini disampaikan institusi TNI untuk mengantisipasi potensi penipuan yang memanfaatkan momentum pendaftaran Bintara dan Tamtama. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang mengiming-imingi kelulusan calon prajurit dengan meminta imbalan uang hingga ratusan juta rupiah.
"Penekanan paling penting dalam penerimaan prajurit TNI AD ini adalah semuanya gratis. Saya tegaskan sekali lagi, menjadi tentara itu tidak dipungut biaya. Jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang, misalnya Rp100 juta hingga Rp200 juta, jangan percaya! Jika ada yang meminta uang dalam pendaftaran, segera laporkan orang tersebut kepada saya," tegas Nehemia dalam keterangan pers kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Program rekrutmen berskala besar ini dijalankan guna memenuhi kebutuhan personel Batalyon Teritorial Pembangunan di Papua Barat dan Papua Barat Daya sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
"Sesuai dengan kebijakan Bapak Presiden, TNI Angkatan Darat akan membentuk beberapa batalion baru dan menambah jumlah personel. Oleh karena itu, kami telah melaksanakan rekrutmen prajurit TNI untuk mengisi Batalion Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Papua Barat dan Papua Barat Daya," katanya.
Meskipun seleksi diselenggarakan secara terbuka, jujur, dan transparan, Kodim 1802/Sorong tetap memprioritaskan putra daerah Orang Asli Papua melalui kebijakan relaksasi persyaratan administrasi, seperti batas usia hingga 26 tahun dan penyesuaian tinggi badan.
"Khusus di Kodim 1802 Sorong, kuota penerimaan Bintara dan Tamtama mencapai sekitar 1.100 orang. Untuk mencapai target tersebut, kami memberlakukan relaksasi persyaratan. Batas usia maksimal yang sebelumnya 21 tahun, kini dilonggarkan hingga 26 tahun," imbuhnya.
Masyarakat Kota dan Kabupaten Sorong diimbau tidak ragu mendaftarkan putra-putrinya langsung ke Koramil atau Kodim terdekat sebelum masa pendaftaran ditutup bulan depan. Penegakan integritas dalam rekrutmen ini menjadi komitmen penuh TNI Angkatan Darat dalam mencetak prajurit berdedikasi tinggi tanpa terkontaminasi praktik ilegal.
Editor: Chanry Suripatty