Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Bongkar Modus Tempel Sabu di Sorong, Pengendali Diduga Berada di Kendari
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sekadar Kurir, Polisi Bidik Bandar di Balik 487 Gram Sabu di Sorong

Jum'at, 11 September 2026 | 19:02 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Bukan Sekadar Kurir, Polisi Bidik Bandar di Balik 487 Gram Sabu di Sorong
Barang bukti narkoba yang diamankan Kepolisian Polresta Sorong Kota.

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Penangkapan dua orang yang diduga berperan sebagai kurir atau perantara belum menutup penyidikan jaringan narkotika di Kota Sorong. Polresta Sorong Kota masih memburu pihak yang diduga memasok dan mengendalikan distribusi sabu dari luar Papua.

Dalam dua perkara yang diungkap pada Agustus dan September 2026, polisi menyita sabu dengan total berat sekitar 487,794 gram. 

Kasus pertama melibatkan EGF yang ditangkap pada 21 Agustus 2026 setelah datang mengambil paket dari jasa pengiriman di Jalan Cendrawasih.

Paket yang dikirim dari Medan tersebut berisi sabu seberat 66,034 gram dan dua butir ekstasi. Dua pekan kemudian, polisi kembali membongkar pengiriman sabu dengan jumlah jauh lebih besar. YBT ditangkap saat hendak mengambil paket di Jalan Jambu Mente.

Lima bungkus besar sabu dengan berat bruto 421,76 gram ditemukan dalam kardus yang disamarkan sebagai barang aksesoris.

Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle menyebut keberhasilan itu bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan.
“Kami mendapatkan informasi adanya paket kiriman yang diduga berisi sabu. Tim Opsnal segera bergerak melakukan observasi dan melakukan control delivery,” ujarnya.

Menurut kepolisian, pengembangan perkara diarahkan untuk mengungkap asal-usul narkotika, pemasok, jaringan distribusi, serta pihak lain yang diduga terlibat.

Pendekatan tersebut penting karena pelaku yang tertangkap di lapangan belum tentu merupakan aktor utama dalam rantai peredaran narkotika.

Polisi juga menyatakan akan memperketat pengawasan pada titik yang dinilai rawan, termasuk pelabuhan dan jasa pengiriman barang.

Kini tantangan penindakan bukan berhenti pada kurir yang tertangkap, melainkan memastikan rantai pasok di belakangnya ikut terputus.

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut