get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Baru Masuk TKP, Kekerasan Terhadap Tiga Warga Maybrat Masih Misteri

Komnas HAM Temukan Puluhan Selongsong Peluru, Misteri Penembakan Warga Maybrat Mulai Terbuka

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:58 WIB
header img
Tim Komnas HAM Perwakilan Papua menemukan puluhan selongsong peluru di lokasi kejadian.

 

 

SORONG, iNewssorongraya.id — Misteri penembakan tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat memasuki tahap penting setelah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menemukan puluhan selongsong peluru di lokasi kejadian.

Selongsong ditemukan saat tim Komnas HAM melakukan pengecekan langsung di kawasan pondok kebun Kampung Ainod, Kali Kamundan, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Lokasi tersebut merupakan tempat tiga warga asal Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah, dilaporkan mengalami dugaan penembakan pada Kamis (13/8/2026) lalu.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang harus diuji lebih lanjut.

"Ya, jelas ada bukti-bukti petunjuk. Ada bukti-bukti petunjuk kuat yang mengarahkan bahwa korban diduga kuat tertembak," ujarnya kepada wartawan, Senin (24/8/2026).

Frits mengatakan tim tidak hanya menemukan selongsong, tetapi juga memperoleh keterangan dari saksi dan korban. Pemeriksaan lapangan dilakukan dengan melihat kembali posisi kejadian serta kondisi sejumlah bagian di lokasi.

"Kami sudah datang ke tempat kejadian, dan memang menemukan ada bukti petunjuknya termasuk puluhan selongsong peluru," ujar Frits.

Sejumlah barang bukti kemudian diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menunjuk pihak tertentu sebagai pelaku.

Pembuktian berikutnya akan bergantung pada pemeriksaan material, termasuk selongsong, kemungkinan proyektil, posisi korban, arah tembakan, jarak tembak, serta keterangan saksi. Seluruh unsur tersebut perlu diuji untuk membangun kronologi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Semua bukti yang ditemukan perlu untuk diuji lebih lanjut," kata Frits.

Komnas HAM juga menolak menjadikan satu versi pemeriksaan sebagai kesimpulan akhir sebelum olah tempat kejadian perkara dilakukan secara menyeluruh.

Frits menegaskan, Komnas HAM sejak awal tak bisa berpatokan kepada hasil visum oleh dokter, termasuk opini yang dikembangkan di luar bahwa semua adalah diduga luka bacok.

Menurutnya, pemeriksaan lapangan menjadi penting untuk menguji setiap keterangan dengan kondisi faktual di lokasi.

"Kita juga menemukan sejumlah binatang mati di areal lokasi kejadian secara tidak wajar, sehingga semua itu bakal diuji dan dilaporkan berjenjang ke Jakarta," jelasnya.

Komnas HAM memastikan seluruh temuan akan dilaporkan kepada pimpinan di Jakarta. Lembaga tersebut juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus yang menyangkut keselamatan warga sipil.

"Komnas HAM tetap akan mengawal dan memantau kasus ini," tegas Ramandey.

Kini, puluhan selongsong telah menjadi bagian penting dari rangkaian pembuktian. Namun, bukti itu belum menjawab pertanyaan paling krusial: siapa yang melepaskan tembakan dan bagaimana rangkaian peristiwa sebenarnya terjadi. Jawaban tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik pihak Kepolisian.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut