get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Peringatkan Hoaks dan Provokasi Paska penembakan oleh OTK di lokasi FBLB Jayawijaya

TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penembakan di Wamena, Polisi Masih Buru Pelaku

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB
header img
OTK serang Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya, dua orang terluka.

 

 

JAYAPURA, iNewssorongraya.id – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan dan penyerangan di kawasan Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu (8/8/2026). Klaim tersebut muncul ketika aparat gabungan TNI-Polri masih memburu pelaku penembakan yang melukai dua warga sipil di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem.

Klaim tanggung jawab itu disampaikan Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB melalui siaran pers yang diterbitkan Sabtu, 8 Agustus 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, berdasarkan laporan yang disebut berasal dari Ebarowak Gwijangge dan Paldo Nirigi.

Dalam siaran persnya, TPNPB menyebut kelompok bersenjata dari Kodap III Ndugama Derakma melakukan serangkaian penembakan di jalur Trans Wamena hingga Kampung Walesi sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT.

TPNPB mengklaim operasi tersebut dilakukan oleh Ebarowak Gwijangge bersama Paldo Nirigi dan Batalyon 8 Albu atas perintah Egianus Kogeya dan Maleo Kogeya.

“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia dan baku temnak di Kampung Walesi hingga mengakibatkan terjadinya jatuh korban jiwa terhadap aparat militer Indonesia dan agen-agennya itu kami siap bertanggung jawab penuh,” demikian pernyataan dalam siaran pers TPNPB.

Namun informasi resmi kepolisian sejauh ini menyebut dua warga sipil menjadi korban penembakan di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem, Distrik Walesi, sekitar pukul 12.45 WIT.

Kedua korban masing-masing Laode Muhammad Kojo (43) dan Salbiah (50). Mereka dilaporkan hendak memasuki kawasan festival ketika penembakan terjadi.

Laode mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada lutut kanan. Sementara Salbiah mengalami luka pada paha kanan dan punggung tangan kanan.

Keduanya kemudian dilarikan ke UGD RSUD Wamena. Berdasarkan laporan awal kepolisian, kedua korban dalam keadaan sadar dan masih menjalani tindakan medis.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan personel Polres Jayawijaya bersama Brimob telah melakukan penyisiran untuk menemukan pelaku.

“Saat ini Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," katanya.

"Kami juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya gangguan keamanan lainnya,” imbuhnya.

Selain melakukan pengejaran, polisi telah meminta keterangan seorang saksi yang berada bersama kedua korban di dalam kendaraan saat peristiwa terjadi.

Keterangan saksi tersebut didalami untuk mengetahui arah tembakan, pergerakan pelaku, serta rangkaian kejadian sebelum dan setelah insiden.

“Petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kejadian. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Cahyo.

Hingga kini, kepolisian belum menyatakan apakah aksi penembakan terhadap dua warga sipil tersebut dilakukan kelompok yang mengklaim bertanggung jawab dalam siaran pers TPNPB. Identitas pelaku, sasaran penembakan, dan motif kejadian juga masih dalam penyelidikan.

Perbedaan antara klaim TPNPB yang menyebut serangan diarahkan terhadap aparat dengan laporan awal polisi mengenai dua warga sipil yang terluka menjadi bagian penting yang masih harus diverifikasi melalui penyelidikan.

Festival Budaya Lembah Baliem sementara dihentikan untuk mendukung penanganan keamanan. Aparat tetap disiagakan di sekitar lokasi guna mencegah gangguan lanjutan.

Klaim tanggung jawab TPNPB belum otomatis menutup penyelidikan perkara. Pengungkapan pelaku, pemeriksaan bukti di lokasi, keterangan saksi, serta verifikasi keterkaitan antara klaim kelompok bersenjata dan penembakan terhadap dua warga sipil menjadi kunci untuk memastikan fakta sebenarnya di balik insiden Walesi.

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut