Breaking News! Tembakan Pecah di Festival Lembah Baliem Wamena, Dua Pengunjung Terluka
JAYAWIJAYA, iNewssorongraya.id – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 Tahun 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendadak mencekam setelah tembakan diduga dilepaskan orang tidak dikenal (OTK), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT.
Dua pengunjung dilaporkan terluka akibat mengalami luka tembak dalam insiden tersebut. Aparat gabungan TNI-Polri langsung mensterilkan arena festival, mengevakuasi pengunjung, sekaligus melakukan pengejaran dan penyekatan terhadap terduga pelaku.
OTK serang Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Jayawijaya, dua orang terluka.
Berdasarkan informasi awal yang diterima redaksi iNewssorongraya.id, suara tembakan terdengar ketika Lomba Sikoko sedang berlangsung. Personel pengamanan di pintu masuk festival mendeteksi suara tembakan yang diduga berasal dari sisi kiri gapura utama dengan jarak sekitar 50 meter.
Satu menit kemudian, petugas memperketat perimeter dan merespons ke arah sumber tembakan.
Sekitar pukul 12.50 WIT, petugas menemukan dua pengunjung yang berada di dalam mobil Mitsubishi Strada warna silver bernomor polisi PA 8418 Z mengalami luka akibat tembakan. Kedua korban segera dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapat penanganan medis.

Korban pertama, Salbiah (50), warga Hom-Hom, Wamena, mengalami luka tembak pada punggung tangan kanan, paha kiri bagian atas, serta lutut kanan.
Korban kedua, La Ode Muhamad Kojo (43), seorang sopir yang juga berdomisili di Hom-Hom, mengalami luka pada lutut kanan, betis kiri, paha kanan dan kiri bagian atas. Kedua telapak tangannya juga terluka akibat serpihan kaca.
Insiden di tengah konsentrasi pengunjung dalam jumlah besar itu membuat aparat mengambil langkah pengamanan ketat. Seluruh peserta dan pengunjung diarahkan menuju tribun utama untuk mengantisipasi kemungkinan tembakan susulan.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara bersama personel gabungan Satgas Gakkum, Brimob Yon D Wamena dan Polres Jayawijaya kemudian melakukan pengejaran serta penyekatan di sekitar Kampung Walesi, Distrik Walesi, hingga Kampung Healekma, Distrik Napua.
Pengamanan terhadap wisatawan juga diperketat. Sekitar pukul 13.47 WIT, personel TNI-Polri mengevakuasi pengunjung warga negara asing (WNA) dan sejumlah pengunjung lainnya menggunakan kendaraan dinas menuju Kantor Bupati Jayawijaya.

Aparat turut melakukan sterilisasi lokasi festival dan mengumpulkan bahan keterangan untuk melacak titik asal tembakan, identitas serta jumlah pelaku, jenis senjata yang digunakan, hingga motif penyerangan.
Dari pemeriksaan awal di sekitar tempat kejadian perkara, petugas menemukan lima selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter. Namun, temuan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan identitas maupun kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan.

Hingga laporan awal disusun, identitas pelaku, jumlah orang yang terlibat serta motif di balik serangan tersebut masih didalami aparat keamanan.
Insiden ini menjadi gangguan keamanan serius dalam pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem 2026 karena tembakan terjadi ketika arena sedang dipadati masyarakat, peserta dan wisatawan.
Pengamanan perimeter festival kini ditingkatkan, terutama pada jalur dan titik yang memiliki akses langsung menuju arena. Aparat juga tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan susulan.

Pengejaran terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Sementara itu, dua korban menjalani penanganan medis di RSUD Wamena dan perkembangan situasi keamanan di Walesi terus dipantau aparat gabungan.
Pihak Kepolisian setempat hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Editor : Hanny Wijaya