Rumah Kenangan Jadi Abu, Juriah Korban Kebakaran Kota Sorong Berteduh di Bawah Terpal Kecil
SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Selembar terpal berukuran kecil kini menjadi tempat berlindung Juriah Jamhari bersama anak-anak, cucu, dan keluarga besarnya. Mereka kehilangan rumah setelah kebakaran hebat menghanguskan 10 bangunan di Jalan Misool, Kampung Baru, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIT lalu.
Terpal itu mereka pasang secara mandiri di sisi tembok pagar rumah warga yang selamat dari kobaran api. Di tempat sederhana tersebut, Juriah duduk termenung sambil mengawasi anak-anak dan anggota keluarganya yang berada di lokasi penampungan sementara.

Sesekali, ia berbincang dengan warga lain yang mengalami nasib serupa. Namun, perhatian Juriah tetap tertuju kepada keluarganya yang kini harus menjalani hari tanpa tempat tinggal tetap.
Kebakaran tidak hanya meratakan bangunan, tetapi juga menghapus ruang hidup yang menyimpan perjalanan panjang keluarga Juriah. Rumah tersebut telah mereka tempati sejak 2007 dan dikenal sebagai bangunan lama peninggalan zaman Belanda.

Juriah mengaku tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang ketika api dengan cepat menjalar dan membakar rumah keluarganya.
“Semuanya habis, tidak ada yang sempat diselamatkan. Rumah ini yang tempati keluarga besar kami,” ungkap Juriah di lokasi penampungan sementara, Selasa (22/7/2026).
Musibah itu membuat Juriah dan keluarganya harus memulai kembali kehidupan dari awal. Untuk sementara, mereka hanya mengandalkan terpal sebagai pelindung dari panas matahari dan hujan sambil menunggu tenda darurat dari Pemerintah Kota Sorong.

Di tengah kehilangan tersebut, Juriah tidak mengajukan permintaan berlebihan. Ia dan warga terdampak lainnya hanya berharap pemerintah membantu menyediakan kembali rumah sederhana agar seluruh anggota keluarganya memiliki tempat berlindung yang lebih layak.
“Kami tidak minta banyak, tapi kalau bisa rumah kami dibangun kembali, yah rumah-rumah dari papan saja juga tidak apa-apa,”ungkap Juriah.
Dinas Sosial Kota Sorong hingga saat ini masih memverifikasi data warga terdampak kebakaran. Berdasarkan laporan sementara, musibah tersebut berdampak terhadap 22 kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan mencapai 102 jiwa.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan jumlah korban dan kebutuhan bantuan yang harus disalurkan. Namun, bagi Juriah dan keluarganya, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan sekadar angka dalam pendataan, melainkan tempat yang aman untuk beristirahat dan melanjutkan kehidupan.
Di bawah terpal kecil yang berdiri di antara sisa-sisa kebakaran, Juriah terus menjaga keluarganya. Rumah penuh kenangan itu memang telah menjadi abu, tetapi harapan untuk kembali memiliki tempat berteduh belum ikut padam.
Editor : Hanny Wijaya