271 PPPK Paruh Waktu Ultimatum Wali Kota Sorong
“Kami 271 orang sudah masuk dalam database. Tapi kenapa kami tidak masuk dalam formasi 546. Kami dikorbankan. Ini permainan dari BKD. Orang-orang yang tidak pernah jadi honorer tiba-tiba namanya ada dan menerima SK. Kami sakit hati karena dikorbankan,” tegas Amos di hadapan Wali Kota Sorong.
Menurut Amos, sebagian besar pegawai yang mengikuti aksi merupakan tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun di lingkungan Pemerintah Kota Sorong sejak masa kepemimpinan Wali Kota Sorong terdahulu, Lambert Jitmau.
Ia menilai Formasi 546 merupakan kuota bagi tenaga honorer yang mengikuti seleksi Zona C pada 2021. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota Sorong membuka kembali database formasi tersebut.
“Kami yang benar-benar punya kuota dalam Formasi 546 justru dikorbankan untuk kepentingan tertentu. Karena itu kami menuntut agar database Formasi 546 dibuka kembali,” ujarnya.
Editor : Hanny Wijaya