get app
inews
Aa Text
Read Next : 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan di Lokasi Ledakan Biak

Tim Jibom Temukan Granat Nanas di Lokasi Ledakan Biak, Warga Diminta Menjauh

Selasa, 02 Juni 2026 | 10:00 WIB
header img
Tim Jibom Gegana Polda Papua menyisir lokasi ledakan di Fandoi, Biak, usai menemukan granat nanas modifikasi dan dua proyektil.

 

BIAK, iNewssorongraya.id — Tim Penjinak Bom atau Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi saat melakukan penyisiran awal di lokasi ledakan di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Senin (1/6/2026).

Temuan itu memperkuat dugaan bahwa area ledakan masih menyimpan material berbahaya. Ledakan sebelumnya diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang masih berada di sekitar kawasan tersebut.

Selain granat nanas, petugas menemukan dua proyektil yang amunisinya sudah diambil dengan cara digerinda. Seluruh benda berbahaya itu langsung diamankan oleh tim Jibom untuk mencegah ancaman terhadap warga dan personel gabungan yang masih bekerja di lokasi.

Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Biak Numfor pada Senin sore. Tim tersebut langsung bergabung dengan unsur TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, dan Pemerintah Daerah yang lebih dulu menangani pengamanan pascaledakan.

Setelah tiba di Biak, tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua AKP Sem Hanasbey menuju Mapolres Biak Numfor. Mereka menerima paparan situasi dari Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan sebelum bergerak ke lokasi kejadian.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan sterilisasi harus dilakukan secara maksimal agar proses pencarian korban dapat berjalan aman.

"Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian," ujar Kapolres.

Sementara itu, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A IPTU Hidayatullah Bauw meminta warga tidak mendekati area yang telah dipasangi garis polisi. Menurut dia, lokasi tersebut masih berpotensi membahayakan keselamatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh," katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang. Kondisi itu membuat petugas harus bekerja hati-hati dengan peralatan khusus dan prosedur standar penanganan bahan peledak.

Polda Papua mengimbau warga tidak menyentuh, memindahkan, atau membongkar benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Warga diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat jika menemukan benda mencurigakan.

Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman. Langkah itu menjadi kunci agar pencarian korban dan penanganan pascaledakan tidak memunculkan risiko baru.

 

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut