get app
inews
Aa Text
Read Next : 13 Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Ledakan Biak, Tiga Korban Belum Ditemukan

Mortir Sisa Perang Diduga Meledak di Biak, Jibom Gegana Sterilisasi Lokasi

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:22 WIB
header img
Personel gegana Brimob Polda Papua saat mengamankan sisa bom peninggalan PD II yang berada di lokasi kejadian.

 

BIAK, iNewssorongraya.id – Polda Papua menerjunkan Tim Penjinak Bom atau Jibom Detasemen Gegana Satbrimob untuk mensterilisasi lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.

Ledakan terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT. Peristiwa itu menewaskan lima orang, melukai 19 warga, merusak 12 bangunan, dan membuat 55 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengatakan, Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Biak Numfor untuk melakukan penyisiran dan penanganan tempat kejadian perkara. Langkah itu dilakukan karena aparat masih mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain di sekitar lokasi ledakan.

"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelasnya.

Menurut Cahyo, sterilisasi lokasi menjadi langkah penting untuk melindungi petugas dan warga. Aparat tidak hanya menangani dampak ledakan, tetapi juga memastikan area sekitar aman dari potensi ledakan susulan atau temuan benda berbahaya lainnya.

Sesaat setelah menerima laporan, personel Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dan instansi terkait langsung bergerak menuju lokasi. Tim gabungan mengevakuasi korban, mengamankan area, dan memulai penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan.

Berdasarkan data sementara, lima korban meninggal dunia dalam peristiwa itu adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5). Seluruh jenazah telah berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Tiga warga lainnya masih dilaporkan hilang dan masih dicari tim gabungan. Mereka masing-masing bernama Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).

Kerusakan akibat ledakan juga meluas ke sejumlah bangunan di sekitar titik kejadian. Pendataan sementara mencatat tiga bangunan rusak ringan, yakni dua rumah dan satu gereja. Sebanyak sembilan bangunan lain mengalami kerusakan parah, terdiri dari empat rumah hancur total dan lima bangunan rusak berat.

Selain itu, 55 warga terpaksa mengungsi. Para pengungsi terdiri dari tiga balita dan 52 orang dewasa. Pemerintah daerah bersama aparat dan instansi terkait menyiapkan penanganan bagi warga terdampak.

Cahyo juga mengingatkan masyarakat, khususnya di wilayah Biak Numfor dan daerah lain yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, agar tidak menyentuh, memindahkan, atau membongkar benda mencurigakan. Ia meminta warga segera melapor ke aparat kepolisian jika menemukan benda yang diduga berbahaya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar. Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat," tutup Kabid Humas Polda Papua.

Polda Papua menegaskan, pengamanan lokasi tetap dilakukan selama proses evakuasi, pencarian korban hilang, sterilisasi, dan penyelidikan berlangsung. Peristiwa ini menjadi peringatan serius tentang bahaya benda sisa perang yang masih berpotensi mengancam keselamatan warga.

 

 

 

Editor : Chanry Suripatty

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut