Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Baku Tembak di Dogiyai Papua Tengah, Brimob Sita SS1-V1 Diduga Milik KKB
Advertisement . Scroll to see content

Korban Tewas di Dogiyai Murni Pelajar, Sekolah Bantah Klaim Polisi: “Korban Siswa Aktif, Bukan KKB”

Minggu, 10 Mei 2026 | 15:14 WIB
  • author CHANRY SURIPATTY
Korban Tewas di Dogiyai Murni Pelajar, Sekolah Bantah Klaim Polisi: “Korban Siswa Aktif, Bukan KKB”
SMAN 2 Dogiyai bantah Nopison Tebai anggota TPNPB-OPM. Polisi tegaskan korban terkait kelompok bersenjata berdasar bukti.

 

 

DOGIYAI, iNewssorongraya.id – Status Nopison Tebai (21), pemuda yang tewas dalam insiden penembakan di Dogiyai, Papua Tengah, memicu polemik setelah pihak sekolah membantah keras klaim kepolisian yang menyebut korban sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM.

SMAN 2 Dogiyai memastikan Nopison masih tercatat sebagai siswa aktif kelas XI IPS 2. Sekolah menilai tudingan aparat terhadap korban tidak sesuai dengan fakta yang mereka ketahui selama ini.

Operator SMAN 2 Dogiyai, Benny Goo, mengatakan korban merupakan anak asli Dogimani yang masih aktif mengikuti kegiatan sekolah hingga sebelum insiden terjadi.

“Korban bukan anggota kelompok tertentu (TPNPB seperti klaim Polisi), melainkan anak murid kami sendiri. Ia anak asli Dogimani dan masih aktif sebagai siswa SMA,” ujar Benny Goo, Minggu (10/5/2026).

“Namanya juga terdaftar resmi dalam data sekolah,” sambungnya.

Benny menjelaskan, saat kejadian berlangsung korban berada di lokasi pertandingan olahraga masyarakat yang digelar untuk penggalangan dana. Menurut dia, korban tidak sedang terlibat dalam pertandingan maupun aksi penyerangan seperti yang dituduhkan aparat.

Ia menyebut korban bersama sejumlah anak muda lain hanya duduk beristirahat di bawah tenda di sekitar lapangan ketika aparat kepolisian datang ke lokasi.

“Mereka hanya duduk santai di bawah tenda. Kemudian aparat kepolisian datang dan langsung melakukan penembakan ke arah anak-anak yang berada di dalam tenda tersebut,” katanya.

Situasi di lokasi disebut langsung berubah kacau setelah suara tembakan terdengar. Sejumlah warga dan anak muda yang berada di area pertandingan berlarian menyelamatkan diri.

Dalam kondisi panik tersebut, Nopison Tebai diduga terkena tembakan.

Benny menambahkan, selain korban, terdapat beberapa pelajar lain yang juga berada di lokasi saat insiden terjadi.

“Korban bersama teman-temannya sedang beristirahat. Selain korban, ada juga beberapa murid lainnya yang berada di lokasi kejadian,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat Dogiyai setelah identitas korban diketahui masih berstatus pelajar aktif. Sejumlah warga mempertanyakan proses identifikasi aparat dan meminta pengusutan menyeluruh atas insiden tersebut.

Di sisi lain, Kepolisian Resor Dogiyai tetap mempertahankan kesimpulan awal bahwa korban diduga terlibat dalam kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan terhadap warga dan aparat keamanan di jalur utama Dogiyai–Paniai.

Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra mengatakan identitas korban diperoleh setelah personel melakukan penyisiran dan pendalaman di lokasi kontak tembak.

“Nopison Tebai yang merupakan kelompok TPNPB OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda yang diduga tertembak,” ungkap Dennis kepada wartawan.

Menurut polisi, sebelum insiden penembakan terjadi, kelompok tersebut diduga menyerang kendaraan warga yang melintas di jalur penghubung Dogiyai dan Paniai.

Akibat serangan itu, satu warga dilaporkan mengalami luka berat, sementara dua kendaraan mengalami kerusakan akibat tembakan dan senjata tajam.

“satu korban luka berat, dua kendaraan rusak,” tuturnya.

Polisi menyebut personel kemudian bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Namun ketika patroli berlangsung, aparat kembali mendapat serangan dari kelompok bersenjata.

Mobil patroli kepolisian disebut turut menjadi sasaran tembakan.

“Sementara mobil anggota tidak parah,” beber Dennis.

Kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata pun tidak terhindarkan. Polisi mengklaim tindakan tegas dilakukan setelah personel mendapat serangan langsung.

“Tim patroli diserang kemudian dilakukan tindakan tegas dari hasil tindakan tersebut diduga 1 pelaku lumpuh,” katanya.

Dalam proses penyisiran, aparat mengaku menemukan satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 beserta amunisi, sejumlah senjata tajam, panah, serta dokumentasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

“Untuk sementara pelaku diduga dari KKB dari barang bukti yang ditemukan. Pelaku sempat melarikan diri masuk ke perkampungan,” ujar Dennis.

Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan untuk menelusuri anggota kelompok lain yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Perbedaan keterangan antara pihak sekolah dan kepolisian memperlihatkan masih adanya ruang gelap dalam pengungkapan kasus penembakan di Dogiyai. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua Tengah, insiden ini kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai akurasi identifikasi aparat, perlindungan warga sipil, serta keselamatan pelajar di wilayah rawan konflik.

 

 

 

 

 

 

Editor: Hanny Wijaya

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut