Darurat Bullying di Sekolah, Kapolsek Sorong Barat Turun Gunung Edukasi Siswa SDN 24 Rufei
SORONG, iNewssoraya.id – Ancaman perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan dasar kian menjadi sorotan tajam. Merespons tren mengkhawatirkan tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Sorong Barat mengambil langkah proaktif dengan turun langsung membina ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Rufei, Kota Sorong, pada Senin (19/10/2026).
Langkah intervensi pencegahan ini dikemas secara humanis melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik). Sebanyak 151 pelajar, yang difokuskan pada kelas lima dan enam, menjadi target utama edukasi. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sorong Barat AKP Fernando Sipayung hadir memimpin langsung jalannya sosialisasi, didampingi Kanit Binmas Aiptu Stevi T dan Bhabinkamtibmas (BKM) Kelurahan Rufei Bripka Jefry Y Limpo, serta Kepala Sekolah SDN 24.
Menurut AKP Fernando, masalah perundungan tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Sinergi antara aparat kepolisian dan instansi pendidikan dinilai sangat krusial untuk menekan angka kasus kekerasan mental maupun fisik di kalangan anak di bawah umur.
"Bullying adalah salah satu tren permasalahan yang sangat sering terjadi di dunia pendidikan sekarang ini," tegas AKP Fernando Sipayung di hadapan para siswa dan guru.
Ia menjelaskan, pemilihan siswa kelas atas sebagai peserta penyuluhan bukan tanpa alasan. Mereka diharapkan mampu menyerap pemahaman dengan baik, menjadi pelopor anti-perundungan, sekaligus memberikan teladan positif bagi adik-adik kelasnya. Lebih lanjut, perwira balok tiga ini juga menyoroti pentingnya ekosistem pengawasan yang terintegrasi di luar jam sekolah.
"Sangat penting adanya keterlibatan seluruh elemen masyarakat—mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga kepolisian—dalam menjaga anak-anak dari ancaman bullying," ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada dampak psikologis dan cara penanganan korban perundungan, aparat kepolisian turut menanamkan nilai-nilai karakter dasar. Para murid diedukasi agar senantiasa taat terhadap aturan sekolah, disiplin dalam belajar, serta menjaga adab penghormatan kepada orang tua maupun tenaga pendidik.
Kehadiran korps penegak hukum di SDN 24 Rufei ini menjadi wujud nyata komitmen Program Prioritas Kapolri. Polisi kini tidak hanya bertugas sebagai penjaga ketertiban, tetapi juga sebagai pelindung masa depan generasi muda. Melalui edukasi yang konsisten, rantai perundungan di lingkungan sekolah diharapkan dapat terputus sepenuhnya, sehingga tercipta ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak di wilayah Sorong.
Editor: Chanry Suripatty