Waketum PBVSI, Paulus Waterpauw: AVC Raja Ampat 2026 Ajang Promosi Global
WAISAI, iNewssorongraya.id — Turnamen internasional AVC Beach Tour Raja Ampat 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan instrumen strategis untuk “menjual” potensi pariwisata Indonesia ke panggung global. Wakil Ketua Umum PP PBVSI, Paulus Waterpauw, menegaskan momentum ini sebagai titik balik Raja Ampat masuk radar dunia, sekaligus pembuktian kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah event kelas internasional.
Turnamen voli pantai tingkat Asia Pasifik yang berlangsung pada 6–9 April 2026 ini secara resmi menempatkan Raja Ampat dalam kalender olahraga internasional. Paulus Waterpauw menyebut pencapaian ini sebagai hasil konkret dari perencanaan panjang yang akhirnya terealisasi.
“Pertama-tama kita bersyukur karena apa yang selama ini direncanakan akhirnya bisa terlaksana. Raja Ampat kini masuk dalam kalender turnamen internasional,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran atlet dari berbagai negara menjadi katalis promosi efektif. Tidak hanya pertandingan, tetapi eksposur global terhadap destinasi unggulan Indonesia menjadi nilai utama.
“Semua pemain voli dunia sudah mulai melihat potensi luar biasa di Raja Ampat. Tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga wisata dan potensi daerah lainnya,” tegasnya.
Waterpauw menekankan, praktik ini telah lama digunakan negara lain—mengintegrasikan olahraga dengan promosi pariwisata sebagai strategi ekonomi berkelanjutan.
Kehadiran Waterpauw di Raja Ampat merupakan mandat langsung dari Ketua Umum PBVSI yang tengah menghadiri final Proliga di Surabaya. Ia menegaskan bahwa pengurus pusat memiliki komitmen kuat mendorong daerah menjadi tuan rumah event internasional.
“Kehadiran kami ini untuk mendorong semangat pengurus di daerah agar mampu menggelar event berskala internasional,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa gagasan menjadikan Raja Ampat sebagai venue internasional lahir dari dorongan internal organisasi, yang melihat potensi besar kawasan timur Indonesia.
“Kita bersama-sama bersyukur, apa yang selama ini menjadi rancangan akhirnya bisa dimunculkan di tingkat Asia Pasifik,” ujar Waterpauw.
Lebih jauh, ia menyebut ajang ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan harkat olahraga voli nasional, khususnya voli pantai, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga daerah.
Di sisi kompetitif, Indonesia menargetkan prestasi maksimal dalam turnamen ini. Waterpauw optimistis, mengingat dominasi Indonesia dalam sejumlah ajang regional seperti SEA Games.
“Voli pasir itu berbeda, dan kita beberapa kali event termasuk SEA Games, kita leading di atas negara lain. Harapannya di event ini kita juga bisa meraih juara,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Partisipasi sembilan negara dinilai sebagai ruang pertukaran pengalaman dan peningkatan kualitas atlet.
Selain itu, kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama. Waterpauw memastikan bahwa seluruh fasilitas pertandingan telah memenuhi standar internasional.
“Kalau Pak Slamet Mulyanto sudah bilang ‘yes’, maka kami juga yakin. Yang pasti, lapangan sudah memenuhi standar internasional,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut Raja Ampat berpotensi menjadi “laboratorium” pengembangan voli pantai Indonesia ke depan.
Dengan kombinasi antara promosi pariwisata, penguatan kelembagaan olahraga, dan target prestasi, AVC Beach Tour Raja Ampat 2026 menjadi lebih dari sekadar turnamen. Event ini menandai pergeseran strategi—dari olahraga sebagai kompetisi menjadi alat diplomasi dan branding global Indonesia.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa Raja Ampat tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai panggung olahraga internasional yang kompetitif dan berstandar tinggi.
Editor : Hanny Wijaya