get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kasus Pembunuhan di Tambrauw, 1 Ditahan dan 7 DPO Diburu Aparat

Isu 2 DPO Pembunuhan Nakes Ditangkap Picu Kepanikan, Polres Sorsel: Informasi Tidak Benar

Kamis, 26 Maret 2026 | 14:11 WIB
header img
Kapolres Sorong Selatan, AKBP Gleen Rooi Molle.[FOTO : Dok Humas Polres Sorsel]

 

TEMINABUAN, iNewssorongraya.id – Isu penangkapan dua daftar pencarian orang (DPO) kasus pembunuhan tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw yang dikabarkan terjadi di Sorong Selatan dipastikan tidak benar. Kepolisian Resor (Polres) Sorong Selatan secara tegas membantah informasi yang beredar luas melalui pesan berantai, khususnya di aplikasi WhatsApp, yang sempat memicu kepanikan di tengah masyarakat. 

Kapolres Sorong Selatan, AKBP Gleen Rooi Molle, menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan informasi menyesatkan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Jadi tidak benar informasi yang beredar di WhatsApp mengatakan dua DPO pembunuhan nakes Yohanis Yeblo dan Yudas Yesyan ditangkap. Masyarakat diminta untuk tidak terlalu cepat mempercayai informasi yang beredar," kata Gleen kepada wartawan, Kamis (26/3/2026). 

Ia menjelaskan, kedua nama yang disebut dalam pesan berantai tersebut, yakni Yohanis Yeblo dan Yudas Yesyan, hingga kini masih berstatus DPO dan belum diamankan oleh aparat kepolisian. Informasi keliru tersebut, kata dia, muncul tidak lama setelah Polda Papua Barat Daya merilis daftar DPO terkait kasus pembunuhan di Tambrauw. 

Menurut Gleen, narasi yang beredar tidak hanya menyebut penangkapan DPO di wilayah Teminabuan, tetapi juga mengaitkannya dengan pelaku penembakan dua prajurit TNI AL di Kabupaten Maybrat. Ia memastikan seluruh informasi tersebut tidak benar.
"Jadi kami perlu pertegas lagi bahwa kedua anggota yang masuk dalam DPO pembunuhan di Tambrauw atas nama Yohanis Yeblo dan Yudas Yesyan tidak berada di Teminabuan. Begtu juga dengan pelaku penembakan 2 prajurit TNI AL di Maybrat," tegasnya. 

Kapolres menilai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi tersebut berpotensi menciptakan keresahan sosial dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Sorong Selatan yang saat ini dalam kondisi kondusif. 

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah percaya terhadap kabar yang sumbernya tidak jelas.
" Kami dari pihak kepolisian hingga kini tidak pernah menangkap atau mengamankan DPO pembunuhan nakes di Tambarauw maupun di Maybrat. Kami harap agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan," ujarnya. 

Lebih lanjut, Gleen juga meminta masyarakat untuk aktif berperan menjaga situasi kamtibmas dengan melaporkan setiap informasi mencurigakan kepada aparat kepolisian terdekat. 

Polres Sorong Selatan memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat pun diimbau berjalan seperti biasa tanpa terpengaruh isu yang belum tentu benar. 

Dengan klarifikasi resmi ini, kepolisian berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi hoaks yang beredar dan tetap mengedepankan verifikasi sebelum menyebarkan informasi, khususnya terkait kasus sensitif seperti pembunuhan yang tengah dalam proses penegakan hukum.

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut