get app
inews
Aa Text
Read Next : Drama Berdarah di Sorong: Oknum Polisi Tikam Adik Ipar hingga Bersimbah Darah

Tragedi Kebakaran di Kota Sorong: Tiga Anak Tewas Saat Rumah Terbakar, Orang Tua Tak di Rumah

Rabu, 11 Maret 2026 | 17:25 WIB
header img
Personel Kepolisian saat melakukan evakuasi terhadap tiga jenazah korban kebakaran di Kota Sorong ke Kamar Jenazah RSUD Sele Be Solu. [FOTO TANGKAPAN LAYAR]

 

SORONG KOTA, iNewssorongraya.id — Tangis pecah di depan kamar jenazah rumah sakit ketika tiga tubuh kecil dibawa masuk setelah rumah mereka dilalap api pada Rabu dini hari. Kebakaran tragis itu merenggut nyawa tiga anak bersaudara di Kota Sorong, Papua Barat Daya, saat kedua orang tua mereka tidak berada di rumah.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di kompleks belakang Taman Makam Pahlawan (TMP), Jalan Layang Lorong II Gang Kunit, Kelurahan Koferbuk, Distrik Sorong, Kota Sorong, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 01.30 WIT.

Api yang membakar rumah keluarga itu menyebabkan tiga anak meninggal dunia, sementara dua anak lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Ketiga korban meninggal yakni Iren Latuharhary (14), pelajar kelas 1 SMP, Pangeran Latuharhary (6), siswa kelas 1 SD, serta Antoni Latuharhary (1). Sementara dua saudara mereka yang selamat adalah Imanuel Latuharhary (5) dan Diran Latuharhary (4).

Jenazah para korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Sele Be Solu untuk proses identifikasi dan rencana autopsi.

Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota AKP Afriangga U. Tan mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan dari dalam rumah.

“Sekitar pukul 01.30 WIT saksi mendengar teriakan dari dalam rumah. Mereka meminta tolong karena rumah terbakar,” kata Afriangga saat dikonfirmasi, Rabu.

Menurut dia, saksi bersama suaminya sempat berusaha memadamkan api secara manual. Namun kobaran api sudah terlalu besar dan dengan cepat melahap bangunan rumah.

“Setelah saksi dan suaminya mencoba memadamkan api, namun api sudah terlanjur membesar sehingga tidak dapat dikendalikan,” ujarnya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah beberapa waktu, tetapi tiga anak yang berada di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.

Dalam peristiwa tersebut, dua anak yang berada di rumah sempat keluar menyelamatkan diri.

Afriangga mengatakan saksi mendengar teriakan dari dua anak yang selamat.

“Saksi mendengar teriakan dari Immanuel Patira dan Diran Patira yang meminta tolong karena rumah mereka terbakar,” ujarnya.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api padam dan korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit.

Hingga saat ini kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menewaskan tiga anak tersebut.

Afriangga menyebut sejumlah kemungkinan masih didalami, termasuk dugaan arus pendek listrik maupun informasi awal bahwa anak-anak sempat bermain korek api.

“Untuk penyebab pasti masih kami dalami, termasuk kondisi di dalam rumah dan lingkungan sekitar,” katanya.

Ia menambahkan, polisi baru memeriksa dua saksi secara lisan di lokasi kejadian dan akan melakukan pemeriksaan lanjutan di kantor.

“Untuk diambil keterangan baru dua saksi secara lisan di TKP. Ini akan kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam,” ujar dia.

Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Koferbuk Ruben Isir mengatakan kebakaran terjadi saat sebagian besar warga sedang tertidur.

“Insiden terjadi sekitar jam satu atau setengah dua dini hari. Saat itu semua warga dalam keadaan tidur,” katanya.

Menurut Ruben, proses pemadaman dan evakuasi korban berlangsung sulit karena lokasi rumah berada di bagian belakang permukiman dan jauh dari akses kendaraan.

“Lokasinya cukup jauh di belakang sehingga kendaraan sulit masuk. Warga sempat berusaha memadamkan api, tetapi api sudah terlanjur besar,” ujarnya.

Jenazah para korban baru berhasil dibawa ke kamar jenazah RSUD Sele Be Solu sekitar pukul 05.30 WIT setelah proses evakuasi selesai dilakukan.

Informasi dari warga menyebutkan saat kebakaran terjadi, kedua orang tua anak-anak tersebut tidak berada di rumah.

Ibu korban diketahui sedang bekerja sebagai pedagang asongan di kapal Pelni untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Yang kami dapat informasi bahwa pada saat kejadian mama mereka ada di kapal karena keseharian bekerja sebagai pedagang asongan di atas kapal Pelni,” kata Ruben.

Sementara ayah korban juga dilaporkan tidak berada di rumah saat kejadian berlangsung.

“Dan bapaknya pada saat kejadian juga tidak ada di rumah, sehingga anak-anak berada sendiri,” ujarnya.

Suasana duka di kamar jenazah RSUD Sele Be Solu sempat memanas ketika ayah korban datang ke rumah sakit. Ia hampir diamuk massa yang merupakan kerabat dari pihak ibu korban.

Petugas dan keluarga lainnya kemudian berusaha menenangkan situasi agar tidak terjadi keributan.

Ruben mengatakan keluarga saat ini masih menunggu kedatangan ibu korban yang sedang dalam perjalanan kembali ke Sorong.

“Rencana pemakaman kemungkinan besok pagi setelah ibu mereka tiba di Sorong,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada keluarga korban.

“Jadi pesan ini saya mau sampaikan kepada semua keluarga terutama pemerintah daerah supaya mari kita sama-sama memberikan kontribusi untuk proses pemakaman dan selanjutnya,” kata Ruben.

Sementara itu, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan tiga anak tersebut.

 

Editor : Hanny Wijaya

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut