Tokoh Adat Sebyar Kutuk Kekejian OPM di Tambrauw, Minta Pemerintah Tegas Lindungi Warga
JAKARTA, iNewsSorongraya.id- Tokoh adat Suku Sebyar Papua, Malkin Kosepa, mengutuk keras aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap warga sipil di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Malkin menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan keji yang tidak dapat dibenarkan karena telah merenggut nyawa masyarakat asli Papua yang tidak terlibat dalam konflik.
“Sebagai tokoh adat Suku Sebyar, saya mengutuk keras kekejian yang dilakukan kelompok separatis OPM. Kekerasan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan dan sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta adat masyarakat Papua,” kata Malkin dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Ia menyoroti peristiwa penyerangan yang terjadi pada 8 Maret 2026 di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, yang mengakibatkan seorang warga asli Papua bernama Abraham Frangklyn Delano Kambu, pegawai honorer Pemda Tambrauw, meninggal dunia. Korban dilaporkan mengalami luka terbuka akibat benda tajam di bagian punggung.
Terlebih, menurutnya pada 10 Maret 2026 kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
"Aksi yang dilakukan oleh kelompok separatis tersebut itu disebut dilakukan oleh Thobias Yekwam, yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Sawok, bersama empat anggotanya atas perintah Fincen Frabuku, yang disebut sebagai Panglima Kodap XXXIII/Rumana", tegasnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta