Breaking News!: Honorer Pemda Tambrauw Ditemukan Meninggal Dunia Secara Tragis, Diduga Diserang OTK
TAMBRAUW, iNewssoronraaya.id – Seorang tenaga honorer Pemerintah Kabupaten Tambrauw ditemukan meninggal dunia secara tragis di Kampung Banfot, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Senin (9/3/2026) pagi. Korban diduga dicegat oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di jalur tersebut menuju Distrik Fef.
Korban diketahui bernama Abraham Franklin Delano Kambu, yang sebelumnya melakukan perjalanan dari Sorong menuju ibu kota Kabupaten Tambrauw. Peristiwa ini langsung memicu kepanikan warga karena sempat beredar kabar adanya suara tembakan di lokasi kejadian.
Namun penyelidikan awal kepolisian mengungkap fakta berbeda.
Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama membenarkan adanya peristiwa tersebut dan memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kematian korban.
“Langkah kita saat ini telah memeriksa saksi, saksi yang temani korban saat iring-iringan dengan kendaraan bermotor roda dua ke Fef, kemudian betul, itu korban memang dicegat oleh OTK. Karena kejadian itu pada malam hari dan kondisi gelap, saksi tidak melihat secara pasti OTK tersebut,” kata Praja saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).
Berdasarkan keterangan sementara aparat, kejadian bermula sekitar pukul 19.35 WIT ketika korban berangkat dari Sorong menuju Distrik Fef. Dalam perjalanan, korban bertemu dengan seorang rekannya bernama Anderson Herman Anum di Kampung Mega. Keduanya sempat berbincang dan memutuskan melanjutkan perjalanan secara bersamaan menggunakan sepeda motor masing-masing.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, ketika memasuki wilayah Kampung Banfot, saksi melihat seseorang berdiri di pinggir jalan dalam kondisi gelap.Saksi kemudian memperlambat laju kendaraan, sementara korban yang berada sekitar 15 meter di depan tiba-tiba dicegat oleh orang tak dikenal.
" Beberapa detik kemudian saksi melihat korban terjatuh dari sepeda motor.
Merasa terancam, saksi langsung memutar arah dan mencari perlindungan di Pos Satgas TNI terdekat,"ungkap Kapolres.
Keesokan harinya, Senin (9/3/2026), personel gabungan TNI–Polri menemukan korban di lokasi kejadian dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah genangan air.
Pada tubuh korban ditemukan beberapa luka.
“Hasil visum masih kami tunggu dari pihak medis. Namun secara garis besar korban meninggal dunia akibat benda tajam, tidak ada luka tembak seperti yang beredar di publik saat ini,” ujar Kapolres.
Sebelumnya warga sempat panik setelah beredar pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menyebutkan adanya suara tembakan di lokasi kejadian.
Bahkan sejumlah pengendara yang hendak menuju wilayah Tambrauw memilih memutar balik kendaraan karena khawatir dengan situasi keamanan.
Namun kepolisian memastikan suara keras yang terdengar bukan berasal dari tembakan.
“Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun, suara keras yang terdengar di lokasi kemungkinan bukan berasal dari tembakan, melainkan dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan,” jelas Praja.
Ia juga menegaskan kondisi keamanan di Kabupaten Tambrauw hingga saat ini masih terkendali.
Meski situasi dinyatakan kondusif, aparat gabungan tetap melakukan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
“Hingga saat ini aktivitas masyarakat berjalan normal. Memang awalnya ada kepanikan atas informasi tersebut dari masyarakat. Saya selaku penanggung jawab kamtibmas mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya atau terhasut atas informasi hoaks yang beredar,” tegasnya.
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri berbagai kemungkinan terkait kematian korban.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sorong Raya, mengingat jalur menuju Distrik Bamusbama merupakan akses penting yang kerap dilalui warga antar kampung maupun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Tambrauw.
Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas pelaku dan motif di balik kematian Abraham Franklin Delano Kambu.
Editor : Chanry Suripatty