Aktivitas di Kabupaten Dogiyai lumpuh total, Ratusan Warga Mengungsi ke Nabire

JAYAPURA, iNewsSorong.id - Aktivitas kegiatan masyarakat dan pemerintahan di kabupaten Dogiyai dilaporkan lumpuh total akibat peristiwa aksi rusuh massa yang membakar sejumlah bangunan rumah dan kantor Pemerintahan pada Sabtu (12/11/2022).
Peristiwa kerusuhan ini dipicu adanya kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Noldy Goo, 5 tahun meniggal dunia akibat terlindas truk usai memuat material di Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabaputen Dogiyai pukul 14.30 WIT.
Ratusan warga perantauan yang bermukim di Kabupaten Dogiyai memilih menyelamatkan diri mengungsi ke Kabupaten Nabire melalui jalur darat menggunakan mobil.
Catatan Kepolisian setempat menyebutkan sebanyak 82 rumah petak milik warga dan 6 gedung kantor Pemerintahan serta sejumlah kios milik pedagang perantau dibakar massa yang merupakan warga asli setempat.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan meski situasi di Kabupaten Dogiyai berangsur kondusif pasca kerusuhan, namun aparat keamanan hingga kini masih siaga guna mengantisipasi aksi susulan.
"Masih siaga 1, anggota sudah berjaga dibeberapa titik untuk mengantisipasi apabila ada aksi penyerangan," terangnya.
Kamal menyebutkan dua SST Brimob yang dikirim telah berada di Kabupaten Dogiyai untuk membackup Polres setempat. Begitu juga dengan pejabat utama Polda Papua Kombes Pol Faizal Ramadani.
"Sejak sore tadi pasukan Brimob sudah tiba dan kini sedang berkoordinasi untuk langkah-langkah selanjutnya," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya sekelompok massa melakukan aksi pembakaran puluhan rumah, kios termasuk Kantor pemerintahan di Kabupaten Dogiyai, Minggu (13/11/2022) dini hari.
Aksi penyerangan dan pembakaran dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang bocah berusia 5 tahun.
Massa yang terprovokasi melakukan aksi penyerangan secara membabi-buta, meski aparat keamanan sebelumnya telah memukul mundur massa yang dibekali senjata tajam dan panah.
Editor : Chanry Suripatty