Distrik Kaimana Diusulkan Jadi Laboratorium Penanganan Stunting

David Allan
.
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 08:28 WIB
Distrik Kaimana Kota diusulkan jadi Laboratorium Stunting di Papua Barat. Foto David Allan

KAIMANA, iNewsSorong.id - Ketua Satgas Penanganan Stunting Provinsi Papua Barat Drs. Benjamin Lado mengusulkan Distrik Kaimana Kota menjadi pusat laboratorium penanganan Stunting.

Hal tersebut diungkapkan Benjamin saat memberikan materi pada kegiatan pertemuan penyerasian kebijakan pembangunan daerah kabupaten kota terhadap program KKBPK,yang digelar di Kaimana, Jumat (28/10/2022).

Hal ini diusulkan Benjamin dengan beberapa pertimbangan terkait dengan penanganan Stunting yakni guna menurunkan angka Stunting di kabupaten Kaimana yang cukup tinggi. Selain itu tingkat keseriusan pemerintah daerah dalam menangani Stunting cukup tinggi.

"Alasan pertama di Distrik Kaimana sendiri angka Beresiko Stunting cukup tinggi daripada 4 Distrik lainnya, yang kedua kabupaten Kaimana cukup serius menangani Stunting terlibat dari Perbup nomor 15 tahun 2021 yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah" jelas dia

Menurut Benjamin hal ini telah disetujui oleh sejumlah pejabat yang hadir, yakni Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Sekretaris BKKBN Provinsi Papua Barat, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kaimana.

Benjamin mengatakan bahwa atas dasar persetujuan bersama tersebut maka pihaknya akan menyerahkan proses selanjutnya kepada Dinas Sosial untuk membuat rekomendasi dan menyerahkan kepada Bupati Kaimana untuk disetujui.

Sementara itu di tempat yang sama, Sekretaris BKKBN Provinsi Papua Barat  Yahya Rhicard Rumbino menyetujui hal tersebut mengingat bahwa perlu penanganan yang serius pad Stunting yang ada di kabupaten Kaimana.

" Jika tidak ditangani dengan baik, maka generasi  muda di kabupaten Kaimana akan minim, sehingga peningkatan SDM ke depan menjadi sangat susah." Terang Yahya.

Dari data yang dibeberkan oleh BKKBN Provinsi Papua Barat, menurut Yahya balita yang beresiko terkena Stunting mencapai 28 % dimana tersebar di setiap distrik dan distrik Kaimana termasuk yang cukup tinggi.

Dari data tersebut menurut Yahya diketahui untuk Distrik Buruway mencapai 40 bayi beresiko Stunting, Distrik Teluk Arguni, mencapai 110 bayi,Distrik Kaimana mencapai 316 bayi, Distrik Kambru mencapai 15 bayi, Distrik Etna mencapai 8 Bayi, dan Distrik Yamor mencapai 30 bayi.

" Saya pikir dengan usulan seperti ini, akan memberikan dampak percepatan penurunan stunting yang ada di Kabupaten Kaimana" kata dia.

Editor : Chanry Suripatty

Follow Berita iNews Sorongraya di Google News

Bagikan Artikel Ini