Di tengah tuntutan pengungkapan perkara, aksi warga berlangsung aman dan terkendali. Pengamanan melibatkan personel Polres Maybrat, Polsek Aifat, dan Yon B Sat Brimob Polda Papua Barat Daya. Unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda turut hadir dalam pengawalan aksi.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu sebelumnya juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat untuk bekerja secara profesional. Pemerintah daerah menyatakan menolak segala bentuk kekerasan sekaligus berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat.
Kini, tekanan publik berhadapan dengan satu kebutuhan utama: pembuktian. Kondisi tiga korban telah stabil, sementara hasil visum sudah diserahkan kepada penyidik. Tinggal bagaimana kepolisian menerjemahkan bukti, keterangan saksi, dan fakta lapangan menjadi kesimpulan hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Janji Kapolda untuk mengusut tuntas karena itu bukan sekadar pernyataan di tengah aksi massa. Komitmen tersebut akan diuji oleh hasil penyelidikan—siapa pelaku, bagaimana rangkaian kejadian berlangsung, dan apa motif di balik insiden yang kini menjadi perhatian publik Maybrat.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
