“Seluruh rangkaian operasi dan penanganan medis berlangsung aman hingga selesai pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIT,” ujarnya.
Memasuki hari keempat perawatan, kondisi ketiga pasien dilaporkan stabil. Mereka menjalani pemulihan di ruang non-ICU dengan pemantauan dokter spesialis, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Salah satu pasien juga mendapat penanganan dokter spesialis THT.
Susi mengungkapkan rumah sakit telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat pada Selasa (18/8/2026). Penyerahan tersebut disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Papua Barat Daya, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya.
“Pada Selasa, 18 Agustus 2026, pihak rumah sakit juga telah menyerahkan hasil visum kepada penyidik Polres Maybrat, disaksikan keluarga pasien, pendamping hukum, perwakilan DPR Provinsi Papua Barat Daya, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi,” ungkapnya.
Pihak rumah sakit menegaskan penanganan medis tidak mencampuri proses penyelidikan. RSUD Sele Be Solu menyerahkan penentuan kronologi, motif, dan aspek hukum kepada kepolisian sebagai institusi yang berwenang.
“Kami pihak Rumah sakit menyampaikan keprihatinan dan empati kepada keluarga korban serta mendoakan agar seluruh pasien segera pulih,” tambahnya.
Editor : Hanny Wijaya
Artikel Terkait
