JAYAPURA, iNewssorongraya.id — PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan stok seluruh jenis bahan bakar minyak atau BBM berada pada level aman dengan ketahanan rata-rata mencapai 10 hari. Perusahaan juga menjaga kelancaran distribusi hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Pertamina memastikan stok BBM Papua-Maluku aman rata-rata 10 hari. Distribusi tetap berjalan hingga wilayah 3T melalui jalur darat, laut, serta udara meski kondisi cuaca menantang.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pengamanan pasokan dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, dan sektor pelayanan publik tetap terpenuhi.
"Per hari ini Jumat (10/7/2026), stok seluruh jenis BBM dalam kondisi tersedia dalam level baik dengan ketahanan rata-rata mencapai 10 hari kedepan. Keberlanjutan pasokan juga terus dijaga seiring dengan suplai melalui kapal-kapal pengangkut BBM yang tiba secara terjadwal dan terencana di Fuel Terminal untuk kemudian didistribusikan ke SPBU sesuai kebutuhan di wilayah tersebut," ujar Ispiani.
Pertamina memastikan stok BBM Papua-Maluku aman rata-rata 10 hari. Distribusi tetap berjalan hingga wilayah 3T melalui jalur darat, laut, serta udara meski kondisi cuaca menantang.
Pertamina mengandalkan sistem rantai pasok terintegrasi untuk menghadapi tantangan geografis dan perubahan cuaca di kawasan timur Indonesia. Perusahaan memantau persediaan secara real time dan mengoptimalkan penyaluran BBM melalui jalur darat, laut, serta udara.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gangguan distribusi, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan bergantung pada kondisi cuaca.
"Dengan dukungan rantai pasok yang terkelola dengan baik serta koordinasi yang erat bersama seluruh lembaga penyalur, kami terus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, maupun sektor pelayanan publik tetap terpenuhi," tambahnya.
Pertamina memastikan stok BBM Papua-Maluku aman rata-rata 10 hari. Distribusi tetap berjalan hingga wilayah 3T melalui jalur darat, laut, serta udara meski kondisi cuaca menantang.
Selain menjaga ketersediaan stok, Pertamina memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, operator transportasi, dan mitra penyalur. Sinergi lintas sektor itu dilakukan melalui komunikasi rutin, inspeksi lapangan, serta pemantauan pada sejumlah titik distribusi.
Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi keterlambatan pengiriman maupun kendala operasional yang berpotensi memengaruhi pasokan BBM di Papua dan Maluku.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Perusahaan memastikan persediaan masih tersedia dan proses distribusi tetap berjalan.
Pertamina memastikan stok BBM Papua-Maluku aman rata-rata 10 hari. Distribusi tetap berjalan hingga wilayah 3T melalui jalur darat, laut, serta udara meski kondisi cuaca menantang.
Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku juga menyatakan akan terus meningkatkan keandalan operasional dan kualitas pelayanan agar energi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah 3T.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Costumer Solution 135 atau melalui aplikasi MyPertamina," tutup Ispiani.
Kepastian stok dan kesinambungan distribusi menjadi faktor penting bagi Papua dan Maluku mengingat kondisi geografis kepulauan, keterbatasan akses transportasi, serta ketergantungan sejumlah daerah terhadap pengiriman energi melalui jalur laut dan udara.
Editor : Chanry Suripatty
Artikel Terkait
